Longsor di Kalimantan Barat, 3 orang tewas

Sedang 2 orang lainnya masih hilang dan 11 rumah tertimbun

Longsor di Kalimantan Barat, 3 orang tewas

JAKARTA 

Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengungkapkan tiga orang tewas dan dua lainnya masih hilang saat longsor menimbun 11 rumah di Desa Medeng dan Desa Sungkung II Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hujan deras dan kondisi tanah yang labil mengakibatkan longsor di wilayah itu pada Jumat malam.

“Tim SAR masih mencari dua orang yang hilang, akses ke lokasi cukup sulit, hanya dapat dilakukan menggunakan sepeda motor,” ujar Sutopo, Jumat, dalam keterangannya.

Sutopo mengatakan hujan deras juga merendam sejumlah titik di Kota Surabaya dan menewaskan seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama.

Kejadian itu, lanjut Sutopo, bermula saat ayah korban mendorong motor yang mogok di tengah banjir, sedang korban dan adiknya berjalan di belakang.

Tiba-tiba, tambah Sutopo, korban terperosok ke sungai. Sang adik sempat menolong namun turut terseret arus.

Warga setempat menyelamatkan sang adik, imbuh Sutopo, namun korban hilang terbawa arus.

“Kamis malam tim SAR menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Sutopo.

Sutopo menuturkan longsor juga terjadi di Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting dan Kelurahan Tikalabaru, Kecamatan Tilaka, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Longsor itu mengakibatkan dua orang tewas dan sejumlah rusak berat, kata Sutopo.

Saat ini Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih mendata dampak longsor.

Januari dan Februari merupakan puncak banjir, longsor dan puting beliung, kata Sutopo.

BNPB mencatat terdapat 366 bencana sepanjang Januari 2019 dan mengakibatkan 94 orang tewas dan hilang, 149 orang terluka, 88.613 orang mengungsi, 4.013 rumah dan ratusan fasilitas umum rusak.

Mayoritas bencana itu, menurut Sutopo, terjadi di Sulawesi Selatan dan banyak menimbulkan korban jiwa.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA