Lecehkan nasabah, polisi tangkap empat penagih utang layanan fintech

Empat orang desk collector dari PT Vloan mengirim pesan mengancam dan melakukan pelecehan seksual kepada nasabah yang belum melunasi tagihan

Lecehkan nasabah, polisi tangkap empat penagih utang layanan fintech

JAKARTA

Direktorat Tindak Pidana Siber Polri menangkap empat orang desk collector dari perusahaan penyedia jasa layanan peminjaman uang teknologi finansial (fintech) ilegal.

Keempat tersangka yakni Sucipto, Panji Joliandri, Roni Sanjaya dan Wahyu Wijaya bekerja untuk PT Vcard Technology Indonesia (Vloan) yang bergerak dalam usaha peer to peer lending.

Kepala Sub Direktorat II Direktorat Tindak Pidana Siber Polri Kombes Rickynaldo Chairil mengatakan tersangka mengirim pesan mengancam dan melakukan pelecehan seksual kepada nasabah yang belum melunasi tagihan setelah 30 hari sejak jatuh tempo.

“Desk collector akan menyampaikan pesan berbau pornografi atau sexual harassment kepada korban yang sudah tergabung dalam grup yang dibuat,” kata Ricky di Jakarta, Selasa.

Ricky menyebut tersangka mengirimkan pesan tersebut untuk memberikan tekanan kepada korban agar nasabah segera melunasi utang mereka.

Sebelumnya, kata dia, tersangka telah mengundang nasabah yang meminjam dana secara online ke sebuah grup Whatsapp untuk memudahkan penagihan.

Selain itu, Ricky menjelaskan, nasabah juga telah menyetujui sejumlah syarat dan ketentuan dari Vlon ketika mengajukan pinjaman, termasuk agar data di ponsel nasabah dapat diakses.

Desk collector bisa menagih utang nasabah yang menunggak kepada kontak yang ada di ponsel mereka secara acak, lanjut dia.

Tindakan para pelaku mengakibatkan salah satu korban diberhentikan dari pekerjaannya dan menanggung malu akibat penagihan utang oleh desk collection kepada seluruh kontak yang terdapat di ponsel korban, kata Ricky.

“Korban juga merasa terintimidasi dengan perkataan kasar dan menjadi korban pelecehan seksual karena tersangka mengirimkan konten pornografi pada grup Whatsapp tersebut,” jelas dia.

Polisi menjerat tersangka menggunakan Undang-undang tentang pornografi, ITE, dan tindak pidana pencucian uang.

Vloan merupakan aplikasi pinjaman finansial teknologi dengan basis server di Zheijang, China dan hosting server di Arizona dan New York, Amerika Serikat.

Vloan juga memiliki sejumlah aplikasi lain yakni Supercash, Rupiah Cash, Super Dana, Pinjaman Plus, Super Dompet dan Super Pinjaman.

Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam Tobing mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap fintech ilegal untuk menghindari potensi seperti penagihan tidak beretika ini.

OJK telah menghentikan kegiatan 404 penyelenggara layanan pinjam meminjam teknologi finansial yang tidak terdaftar atau ilegal pada Desember 2018 lalu.

“Kita perlu tingkatkan literasi, terutama terkait fintech kita perlu mengedukasi masyarakat,” kata dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA