Layanan bandara di Kalimantan dan Sumatera belum pulih akibat asap

Beberapa layanan bandara di Sumatera dan Kalimantan ditutup sementara karena visibility yang belum terpenuhi sesuai dengan Notice to Airmen (NOTAM) yang dikeluarkan AirNav Indonesia

Layanan bandara di Kalimantan dan Sumatera belum pulih akibat asap

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan hingga saat ini, Rabu, sejumlah bandar udara yang terdampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menutup layanan penerbangan akibat kondisi jarak pandang yang belum terpenuhi.

Berdasarkan data yang diperoleh, beberapa layanan bandara di Sumatera dan Kalimantan ditutup sementara karena visibility yang belum terpenuhi sesuai dengan Notice to Airmen (NOTAM) yang dikeluarkan AirNav Indonesia.

NOTAM dikeluarkan AirNav antara lain untuk Bandar Udara APT Pranoto Samarinda NOTAM No C8518/19 NOTAMN dengan visibility 2500 m, Bandar Udara Melalan, Melalak dengan NOTAM No C8521/19/NOTAMR C8505/19 dengan visibility 700 m.

Selain itu, NOTAM juga dikeluarkan untuk Bandar Udara Rahadi Oesman Ketapang NOTAM No, c8520/19/NOTAMN dengan visibility 2500 m, Bandar Udara H. Asan Sampit NOTAM No C8524/19/ NOTAMN dengan visibility 700 m, Bandar Udara Sanggu Buntok NOTAM No C8526/19 NOTAMN visibility 200 m.

Bandara lain yang masih ditutup sementara adalah Bandar Udara Pangsuma, Putussibau NOTAM No C8525/19/NOTAM visibility 2000 m, serta Bandar Udara Letung Anambas NOTAM No C8522/19/NOTAMN visibility 3500 m.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti mengatakan hingga kini Ditjen Hubud terus memantau dan berkoordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU), Unit Penyelenggara Bandar Udara serta stakeholder penerbangan yang wilayahnya terdampak asap.

“Kami akan terus memonitoring dan melaporkan kondisi yang terjadi di masing-masing bandara terdampak, dan personil di bandara agar terus siaga dan waspada,” kata Polana dalam keterangan resmi, Rabu.

Polana menambahkan akibat karhutla ini banyak penerbangan yang tertunda ataupun dibatalkan, langkah ini diambil demi menjamin keselamatan penerbangan.

“Penutupan bandara yang terdampak akibat kabut asap demi menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan, kita harus pastikan semua laik untuk beroperasi di bandara,” tegas Polana.

Meskipun ada beberapa layanan di bandara yang ditutup, Bandar Udara Kalimarau di Berau Kalimantan Timur sudah mengalami kemajuan visibility (jarak pandang).

Menurut keterangan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau Bambang Hartanto, cuaca di Berau, pada Selasa kemarin sudah cerah dibandingkan beberapa hari yang lalu.

“Alhamdulillah, kami dapat info dari METAR QAM pada pukul 07.00 WITA, visibility baru saja terpenuhi yaitu 3500 meter, semoga kondisi ini terus membaik,” ungkap Bambang.

Tambah Bambang, dengan terpenuhi visibility ini, tidak menutup kemungkinan penerbangan akan kembali normal.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA