Kronologi penusukan Menkopolhukam Wiranto

Ada personel pengamanan internal di sekeliling Wiranto, namun pelaku SA tiba-tiba menyerang dan menusuk Wiranto

Kronologi penusukan Menkopolhukam Wiranto

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto ditusuk oleh orang yang diduga terpapar paham Daesh di Pandeglang, Banten, pada Kamis.

Wiranto terluka di bagian perut, sedangkan Kapolsek Menes Pandeglang Kompol Daryanto terluka di bagian punggung. Wiranto saat ini masih dalam perawatan medis di RSPAD Gatot Subroto.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menuturkan Wiranto berkunjung ke Universitas Mathaul Anwar, Pandeglang, Banten pada Kamis pagi untuk memberi pembekalan kepada mahasiswa hingga pukul 11.00 WIB.

Sekitar pukul 11.50 WIB, Wiranto tiba di Alun-alun Menes dan rencananya akan kembali ke Jakarta menggunakan helikopter.

Ketika hendak masuk kendaraan, Wiranto melihat masyarakat berkumpul di sekitar rombongan dan Wiranto menyalami mereka.

Menurut Dedi saat itu ada personel pengamanan internal di sekeliling Wiranto, namun pelaku SA tiba-tiba menyerang dan menusuk Wiranto.

“Dalam waktu yang relatif sangat singkat, pelaku menusukkan benda tajam ke Pak Menko,” ujar Dedi di Jakarta, Kamis.

Kapolsek Menes merespons insiden itu dan mencoba mengamankan pelaku, namun juga terkena tusuk di bagian punggung.

Polisi kemudian mengamankan dua orang pelaku yakni seorang laki-laki berinisial SA dan seorang perempuan berinisial FB di Polres Pandeglang.

Menurut Dedi, pelaku menusuk Wiranto dengan gunting. Dia juga membawa senjata tajam pisau.

Densus 88 turut menyelidiki dugaan keterkaitan pelaku dengan jaringan teroris, terutama yang berafiliasi dengan paham Daesh.

Dedi menuturkan dugaan ini didapat berdasarkan pemeriksaan awal terhadap pelaku.

“Motif pelaku akan didalami lebih lanjut,” tutur dia.

Polri membantah “kecolongan” dalam pengamanan. Menurut Dedi, interaksi antara pejabat publik di ruang terbuka adalah hal biasa.

“Sudah sesuai standar operasional sudah ada pengawalan melekat,” tutur dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA