Kronologi kerusuhan Manokwari versi Gubernur Papua Barat

Gubernur Papua Barat menyatakan massa telah menyampaikan aspirasi terkait dengan peristiwa di Malang dan Surabaya

Kronologi kerusuhan Manokwari versi Gubernur Papua Barat

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan ada kelompok lain yang membakar gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua Barat, Senin.

Pada Senin pagi sejumlah massa berkumpul untuk menyampaikan aspirasi ke DPRD Papua Barat. Massa ini dikawal oleh polisi untuk menyampaikan aspirasi.

Namun gedung DPRD Papua Barat telah terbakar sebelum para demonstran tiba di gedung tersebut.

"Sebelum mereka datang, gedung sudah terbakar, pelakunya kelompok lain," kata Dominggus, melalui sambungan telpon dengan Anadolu Agency, Senin

Para demonstran telah menyampaikan aspirasi kepada Wakil Gubernur, DPRD Papua Barat, dan telah menyatakan untuk menjaga kondisi Manokrawi tetap kondusif.

"Saya baru menerima laporan, mereka sudah sampaikan aspirasi dan berjanji menjaga situasi kondusif," kata Dominggus.

Saat kerusahan Dominggus masih berada di luar kota dan saat ini sedang menuju Manokwari.

Dominggus mengatakan ketegangan di Manokwari terkait erat dengan apa yang terjadi di Malang dan Surabaya terkait dengan mahasiswa Papua.

Sebelumnya pada peringatan Hari Kemerdekaan RI pada Sabtu lalu, 17 Agustus 2019, terjadi penggerebekan di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Nomor 10, Pacar Keling, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Penggerebekan dilakukan oleh aparat keamanan diikuti pengepungan Satpol PP dan ormas. Sebanyak 43 mahasiswa digelandang ke Kantor Polres Surabaya.

Diduga penggerebekan dipicu kesalahpahaman setelah Bendera Merah Putih milik Pemerintah Kota Surabaya jatuh di depan asrama.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA