KPU: Pemilu di luar negeri secara umum berjalan lancar

KPU mengadakan pertemuan dengan Bawaslu dan DKPP untuk menyelesaikan masalah pencoblosan seperti yang terjadi di Sydney, Australia

KPU: Pemilu di luar negeri secara umum berjalan lancar

JAKARTA

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan pelaksanaan Pemilu 2019 di luar negeri secara umum berjalan lancar, meski ditemukan sejumlah masalah saat pencoblosan seperti di Sydney, Australia dan Kuala Lumpur, Malaysia.

“Dari 130 PPLN sebagian besar menyelesaikan tugasnya dengan baik, memang ada (masalah) di beberapa titik dari 130 itu tapi tidak banyak,” kata Viryan di Jakarta, Senin.

Viryan mengatakan pihaknya masih berupaya menyelesaikan persoalan yang masih menyisa, salah satunya petisi dari komunitas masyarakat Indonesia di Sydney yang meminta pemungutan suara ulang.

KPU mengatakan pihaknya belum bisa memutuskan opsi pemungutan suara ulang karena masih menunggu rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu.

“KPU sedang melakukan pertemuan tripartit dengan Bawaslu dan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu), mudah-mudahan ada hasil setelah pertemuan,” ujar dia.

Viryan juga menyoroti masyarakat yang menurut dia tidak tertib mengurus dokumen untuk pindah tempat memilih.

“Putusan Mahkamah Konstitusi kan sudah jelas pindah memilih dibatasi, kalau semua orang serta merta minta dilayani bisa jadi masalah,” tutur dia.

Komunitas masyarakat Indonesia di Sydney Australia membuat petisi agar pemungutan suara diulang karena ratusan warga Indonesia yang mempunyai hak pilih tidak bisa mencoblos meski sudah mengantre di depan TPS Townhall.

Sekitar 23 ribu orang telah menandatangani petisi tersebut hingga Senin siang.

Hermanus mengatakan pihaknya tidak mengetahui pasti jumlah WNI yang tidak terlayani pada hari pemungutan suara.

“Tidak ada yang menghitung jadi tidak ada angka pasti, tapi ada yang tidak sempat memilih,” tutur dia.

PPLN Sydney melalui keterangan resmi menjelaskan bahwa banyak pemilih yang tidak terdaftar tidak tahu bahwa dirinya masuk ke dalam Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri (DPKLN) dan baru diperbolehkan mencoblos satu jam terakhir atau pukul 17.00 hingga 18.00 waktu setempat.

Antrian memuncak pada pukul 17.00 dan ketika TPS ditutup pada pukul 18.00 masih banyak WNI yang mengantri.

Panwaslu, saksi, perwakilah Mabes Polri dan pihak keamanan gedung akhirnya menutup pintu masuk TPS dan hanya melayani pemilih yang berada di dalam gedung.

“Beberapa pemilih yang di luar gedung masih kurang puas meskipun telah diberikan penjelasan oleh PPLN,” tulis siara pers tersebut.

Di Malaysia, pemilih WNI membludak di tiga tempat pemungutan suara pada Minggu.

Proses pemungutan suara bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri telah berlangsung pada 8 hingga 14 April 2019 lalu.

Sebanyak 2.086.285 WNI tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) di 98 negara.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA