KPU klarifikasi laporan 17,5 juta data pemilih yang diduga bermasalah

KPU menyatakan 98,75 persen dari sampel data yang diambil menunjukkan pemilih memenuhi syarat

KPU klarifikasi laporan 17,5 juta data pemilih yang diduga bermasalah

JAKARTA 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan data 17,5 juta pemilih yang diduga bermasalah oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno telah terverifikasi wajar dan apa adanya.

Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan pihaknya telah mengambil sampel acak untuk memverifikasi data tersebut.

Sebelumnya, BPN menyatakan ada kesamaan tanggal lahir pemilih pada TPS yang sama, juga ada pemilih yang berusia di bawah 17 tahun namun masuk ke dalam daftar pemilih tetap (DPT).

KPU menyatakan bahwa data yang diduga invalid dan manipulatif tersebut telah diverifikasi secara pengolahan data maupun secara faktual dengan memverifikasi langsung ke lapangan.

KPU telah mengambil 1.604 sampel secara acak dan 98,75 persen di antaranya terverifikasi bahwa pemilih tersebut ada dan memiliki data yang memenuhi syarat.

“Ada 20 sampel atau 1,25 persen lainnya telah dicoret,” kata Viryan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Dari 20 sampel yang dicoret tersebut, 16 pemilih di antaranya tidak memenuhi syarat seperti meninggal dunia belum lama ini.

Sedangkan empat kasus lainnya terbukti bahwa pemilih tidak ada dan datanya tidak memenuhi syarat.

Terkait kesamaan tanggal lahir dari pemilih dalam jumlah besar, Viryan mengatakan hal tersebut disebabkan oleh sistem pencatatan administrasi kependudukan di waktu lalu.

Pada awal 1970-an, penduduk yang lupa atau tidak tahu tanggal lahirnya dicatat lahir pada 31 Desember.

Selain itu saat penerapan sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) pada 2004 lalu, penduduk yang lupa atau tidak tahu tanggal lahirnya dicatat lahir pada 1 Juli.

KPU menyatakan telah menyampaikan hasil verifikasi ini kepada pihak BPN dan berharap isu terkait data invalid tidak lagi simpang siur menjelang hari pemungutan suara pada 17 April 2019 mendatang.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA