KPAI tinjau usia layak menikah bagi perempuan

Meski UU Perlindungan Anak tegas menyebutkan larangan menikah di usia anak, KPAI berupaya membedahnya dari berbagai perspektif

KPAI tinjau usia layak menikah bagi perempuan

JAKARTA

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tengah meninjau usia yang layak menikah bagi perempuan.

Ketua KPAI Susanto mengatakan tinjauan ini menyusul putusan Mahkamah Konstitusi yang merekomendasikan agar pemerintah dan DPR menetapkan batas usia perkawinan bagi perempuan.

“Tidak hanya menyangkut angka, tapi sejarah dan relasinya dengan hukum Islam,” ujar Susanto, Selasa, di Jakarta.

Susanto mengatakan bahwa pihaknya berupaya mengungkap standar usia layak menikah bagi perempuan dari berbagai perspektif, baik perlindungan anak, kesehatan, psikologi, dan hukum Islam.

Susanto mengakui jika UU No 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak secara tegas menyebutkan jika anak adalah manusia dalam kandungan hingga berusia 18 tahun.

Sederhananya, lanjut Susanto, manusia baru boleh menikah jika sudah mencapai usia 18 tahun atau sudah tak lagi kanak.

UU tersebut, menurut Susanto, juga menyatakan agar orang tua wajib mencegah terjadinya perkawinan di usia anak.

“Tapi pastinya kita akan kaji dari berbagai perspektif,” ujar Susanto.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA