Kontras desak polisi usut pelaku lain yang tewaskan mahasiswa Kendari

Kontras juga meminta polisi transparan dalam penyidikan kasus yang menewaskan dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari

Kontras desak polisi usut pelaku lain yang tewaskan mahasiswa Kendari

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak polisi mengungkap pelaku lain yang menewaskan mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari, Muhammad Yusuf Kardawi dalam unjuk rasa September lalu.

Dua mahasiswa tewas dalam unjuk rasa tersebut, yakni Yusuf dan Immawan Randi. Randi tewas akibat tertembak senjata api, sedangkan Yusuf diduga tewas akibat luka benda tumpul.

Badan Reserse Kriminal Polri baru menetapkan satu polisi berinisial Brigadir AM sebagai tersangka penembak Randi.

Sementara itu, pelaku yang menyebabkan Yusuf tewas belum terungkap.

“Terkait Yusuf, kalau polisi mengatakan tidak memiliki bukti, orang tuanya bersedia kok almarhum diautopsi. Tidak ada alasan untuk polisi tidak mengungkap ini,” kata Aktivis Kontras, Rivanlee Anandar ketika dihubungi, Jumat.

Selain itu, Kontras meminta polisi juga transparan dalam penyidikan kasus ini.

Misalnya terkait penetapan pasal untuk menjerat tersangka, yakni pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian atau 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kealfaan yang menyebabkan kematian.

“Kenapa pasal yang dikenakan penganiayaan, bukan pasal penembakan? Ini harus jelas kenapa dan perlu dibuka hasil penyidikannya,” lanjut dia.

Dia juga mendesak polisi mempublikasi hasil uji balistik. Sebab dari tiga peluru dan enam selongsong yang diuji, hanya dua proyektil dan dua selongsong yang identik dengan senjata api milik Brigadir AM.

Dalam hal ini, Rivanlee mengatakan lembaga pengawas seperti Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) semestinya bisa mengambil peran dan ikut gelar perkara agar kasus ini dituntaskan seadil-adilnya.

“Transparansi dari polisi sangat minim. Dua korban ini pelakunya saya duga lebih dari satu,” ujar Rivanlee.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA