Kebutuhan listrik di ibukota baru mencapai 1.555 MW

Pemindahan ibu kota baru akan membawa penduduk sekitar 1,5 juta jiwa dengan konsumsi listrik 4.000 kWh

Kebutuhan listrik di ibukota baru mencapai 1.555 MW

Pemerintah memprediksi kebutuhan listrik di ibukota baru di Kalimantan Timur pada 2024 mencapai 1.555 mega watt.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan jumlah ini diperoleh dengan mempertimbangkan asumsi lonjakan perpindahan penduduk sekitar 1,5 juta jiwa dengan konsumsi listrik sebesar 4.000 kilowatt hours (kWh).

"Jika (mempertimbangkan) reserve margin 30 persen, maka diperkirakan tambahan pasokan tenaga listrik yang harus disiapkan sebesar 1.555 MW," papar Menteri Arifin, dalam siaran persnya, Kamis.

Di samping faktor perpindahan penduduk dan konsumsi listrik, kata Menteri Arifin, pemerintah mempertimbangkan pula kebutuhan energi listrik sebesar 6.000 gigawatt hour (GWh), susut jaringan 10 persen, faktor beban 63 persen, dan produksi listrik 6.600 GWh.

Sehingga keseluruhan beban puncak diasumsikan mencapai 1.196 MW.

Namun, dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) hingga 2024, tambahan pasokan di Kalimantan Timur tercatat hanya sebesar 691 MW.

Dengan demikian, "masih diperlukan tambahan sebesar 884 MW," ujar Menteri Arifin.

Saat ini kondisi sistem ketenagalistrikan di ibu kota baru melalui sistem interkoneksi Pulau Kalimantan yaitu, daya mampu netto 1.596 MW, beban puncak 1.094 MW, dan cadangan 474,2 MW atau 30 persen.

Sementara itu, beban listrik di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 15,89 MVA yang dipasok dari Gardu Induk (GI) Petung dengan kapasitas sebesar 90 MVA.

Sementara, beban listrik di Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai 117,54 MW yang dipasok dari GI Karang Joang, GI Manggarsari, GI Senipah dengan total GI sebesar 290 MVA.

“Data dari PLN, kondisi kelistrikan di Kalimantan sekarang tercatat memiliki cadangan sebesar 331,5 MW,” ujar Arifin.

Angka cadangan tersebut berasal dari daya mampu netto sebesar 1.778 MW, sementara beban listrik yang harus dipasok sebesar 1.446,5 MW.

Sedangkan daya mampu pasok dari pembangkit listrik yang ada di Kalimantan total mencapai 1.984 MW.

“Tambahan pasokan listrik ini penting untuk menunjang jalannya roda pemerintahan dan perekonomian di masa mendatang.”

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA