Kapolri: Aksi teror menurun pada 2019

Densus 88 telah menangkap 275 orang tersangka teroris sepanjang 2019 dari pengungkapan kasus terorisme dan pencegahan terhadap sel-sel teroris yang berpotensi melaksanakan aksi teror

Kapolri: Aksi teror menurun pada 2019

Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan jumlah aksi terorisme yang terjadi sepanjang 2019 menurun dibandingkan pada 2018.

Polri mencatat ada delapan aksi teror sepanjang 2019 dan 19 aksi pada 2018 lalu.

“Jumlah aksi teror menurun 57 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Idham dalam rapat kerja dengan Komisi Bidang Hukum DPR di Jakarta, Rabu.

Menurut Idham, Densus 88 telah menangkap 275 orang tersangka teroris sepanjang 2019 dari pengungkapan kasus terorisme dan pencegahan terhadap sel-sel teroris yang berpotensi melaksanakan aksi teror.

Penangkapan terhadap sel-sel teroris itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme yang disahkan pasca-bom di sejumlah gereja Surabaya.

Idham menuturkan ada dua kasus terorisme yang menonjol pada 2019, yakni aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan pada 13 November 2019 lalu.

Densus 88 telah menangkap 74 orang tersangka teroris terkait bom bunuh diri Medan, dimana tiga orang di antaranya tewas.

Kasus lainnya yakni penyerangan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto di Pandeglang, Banten pada 10 Oktober.

Densus 88 juga telah menangkap dua orang pelaku penyerangan Wiranto dan enam orang jaringan mereka.

Dia mengatakan para pelaku dari kasus penyerangan Wiranto dan bom Medan terkait dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan paham Daesh.

“Pelaku terpapar paham radikalisme dan terorisme lewat media sosial, serta bertujuan menyerang pemerintah dan aparat karena dianggap sebagai ‘thagut’,” kata Idham.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA