Jokowi: Potensi zakat di Indonesia capai Rp 232 triliun

"Yang baru bisa masuk ke Baznas Rp 8,1 triliun artinya masih ada potensi yang sangat besar," ujar Jokowi.

Jokowi: Potensi zakat di Indonesia capai Rp 232 triliun

JAKARTA 

Presiden Joko Widodo mengatakan potensi zakat di Indonesia cukup besar dan bisa mendorong perekonomian syariah di Indonesia.

Saat menyalurkan zakat melalui pelayanan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana Negara, Jakarta, Presiden mengatakan potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 232 triliun.

"Yang baru bisa masuk ke Baznas Rp 8,1 triliun artinya masih ada potensi yang sangat besar," ujar Jokowi, sapaan Presiden.

Dia pun mendapatkan laporan dari Baznas pertumbuhan zakat dalam kurun lima tahun ini mengalami peningkatan 2,64 persen.

"Zakat sangat penting sekali baik untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi, mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendorong Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia," tambah dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengusulkan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) membayar zakatnya melalui Baznas.

Dia juga berharap pengumpulan dan penyaluran zakat tersebut dilakukan secara digital.

Dalam penyaluran zakat di Istana Negara, Jokowi membayar zakat mal sebesar Rp 55 juta.

Tidak hanya Jokowi sapaan akrab Joko Widodo, sejumlah petinggi negara juga menyalurkan zakatnya melalui pelayanan Baznas di sana.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA