Istana belum terima kelanjutan kasus Novel dari kapolri baru

"Harusnya sih sudah dikerjakan, karena memang kan cuma ngomongnya Desember, dan sekarang baru awal Desember. Jadi kita mungkin bersabar, kita lihat dulu," kata Juru Bicara Presiden Bidang Hukum Dini Purwono

Istana belum terima kelanjutan kasus Novel dari kapolri baru

Presiden Joko Widodo hingga kini belum mendapatkan laporan mengenai proses penyelidikan kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Padahal, Jokowi -- sapaan akrab Joko Widodo -- usai melantik Idham Azis sebagai Kapolri yang baru memberikan waktu hingga Desember nanti untuk mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel.

Juru Bicara Presiden Bidang Hukum Dini Purwono mengatakan hingga kini Kementerian Sekretariat Negara belum menerima informasi kelanjutan kasus tersebut.

"Harusnya sih sudah dikerjakan, karena memang kan cuma ngomongnya Desember, dan sekarang kan baru awal Desember. Jadi kita mungkin bersabar, kita lihat dulu," kata Dini di Kemenkopolhukam, Jakarta pada Rabu.

Dini juga menegaskan bahwa apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo bukan merupakan janji.

"Pak Jokowi mau menindaklanjuti kembali. Yang terakhir kan masih gantung tuh. Jadi memang diperintahkan kepada Kapolri, tolong ini dilihat bagaimana, terhambatnya di mana. Coba tolong diperiksa dan dilaporkan kembali kepada saya," jelas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberikan tenggat waktu kepada Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz untuk menuntaskan kasus penyerangan terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan hingga awal Desember 2019 mendatang.

Presiden Joko Widodo mengatakan telah memerintahkan penuntasan kasus tersebut kepada Idham Aziz.

"Saya sudah sampaikan ke Kapolri baru, saya beri waktu sampai awal Desember," ujar Presiden Jokowi, sapaan Joko Widodo, di Istana Merdeka.

Pada November lalu, Presiden Jokowi resmi melantik Komisaris Jenderal Idham Azis sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta.

Idham Aziz menggantikan Tito Karnavian yang menjadi menteri dalam negeri di kabinet Indonesia Maju.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA