Indonesia, World Bank jajaki sinergi pengembangan madrasah

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pilot project dibutuhkan agar konsep yang sudah dirancang sesuai dengan kebutuhan di lapangan

Indonesia, World Bank jajaki sinergi pengembangan madrasah

JAKARTA

Kementerian Agama mendapatkan tawaran bantuan dana dari World Bank untuk pengembangan pendidikan, khususnya lembaga pendidikan madrasah di Indonesia.

Rencana ini dibahas bersama dalam pertemuan antara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dengan World Bank di Kantor Kementerian Agama Jakarta, Selasa.

Menteri Lukman menilai tawaran bantuan dari World Bank sebagai hal yang positif karena Kementerian Agama memerlukan dukungan bantuan untuk meningkatkan pendidikan.

Namun, kata dia, karena cakupan kerja Kementerian Agama berskala nasional, pada tahap awal diperlukan piloting project.

Hal itu dimaksudkan untuk melihat apakah program yang dijalankan bisa diterapkan secara nasional.

“Setiap program ada plus minus dari alternatif (bantuan) yang ada. Program ini sangat besar. Akan lebih memudahkan dengan adanya pilot project,” tegas Menteri Lukman dalam rilis Kementerian Agama.

Menteri Lukman mengatakan pilot project dibutuhkan agar konsep yang sudah dirancang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Akan lebih baik jika ada contoh terlebih dahulu semua program pada tempat yang berbeda. Agar kita bisa belajar secara konrit,” jelas Menteri Lukman.

Country Director for Indonesia World Bank Rodrigo Chaves menyampaikan akan membantu Kementerian Agama dalam meningkatkan program-program pendidikan madrasah di Indonesia.

Sebelumnya, World Bank juga sudah membantu beberapa program pengembangan pendidikan di Yogjakarta dan Jawa Timur.

Chaves menyampaikan rencana bantuan dana pendidikan harus dilakukan dengan berhati-hati.

“Betul kata Menteri Agama, diperlukan adanya pilot project, lalu mulai pendanaan ini dengan step by step,” kata Rodrigo.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA