Indonesia undang swasta bangun bandara Singkawang Kalimantan Barat

Dalam pembangunan infrastruktur tidak bisa terlalu bergantung pada APBN karena kondisi global yang melamban sehingga berpengaruh pada tidak tercapainya target pendapatan negara yang diprediksi meleset hingga Rp200 triliun

Indonesia undang swasta bangun bandara Singkawang Kalimantan Barat

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Perhubungan mengundang peran serta swasta dalam pembangunan bandara Singkawang di Kalimantan Barat.

Dalam Market Sounding di Jakarta, Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan pemerintah melihat peran penting swasta dan perbankan dalam skema Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) untuk pembangunan bandara Singkawang.

“Saya melihat satu peran penting dari upaya KPBU dalam menciptakan sebuah pola dalam pembangunan,” kata Lembong, Senin.

Lembong mengatakan Presiden mengarahkan dalam rapat kabinet agar fokus dan lebih detail dalam membuat skema KPBU untuk pembiayaan infrastruktur.

“Jadi kerjakan beberapa, yang benar-benar strategis untuk memastikan bahwa proyek tersebut menetas dan kita harus kerja detail,” imbuh dia.

Lembong mengatakan dalam pembangunan infrastruktur tidak bisa terlalu bergantung pada APBN karena kondisi global yang melambat sehingga berpengaruh pada tidak tercapainya target pendapatan negara yang diprediksi meleset hingga Rp200 triliun.

Oleh karena itu, peran serta swasta dalam pembangunan menjadi penting untuk meningkatkan daya saing regional Indonesia.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan peran swasta tidak hanya terbatas untuk swasta asing saja, termasuk juga dalam sektor perhubungan.

“Indonesia memiliki hampir 1000 bandara. Bayangkan kami take care semuanya. Kita ingin ada kompetisi dan investasi,” jelas Menteri Budi.

Dia mengatakan saat ini pemerintah sedang dalam tahapan menjelang finalisasi proses KPBU dalam pembangunan bandara di Labuan Bajo yang pemenangnya kemudian adalah kolaborasi swasta nasional dan internasional.

Kemudian juga ada proses KPBU yang sudah dimulai di Makassar-Pare-Pare untuk perawatan rolling stock perkeretaapian yang sudah dimenangkan oleh swasta.

Skema yang sama menurut Menteri Budi juga bisa dilakukan di bandara Singkawang, Kalimantan Barat.

“Walikota Singkawang mengatakan kota ini memiliki kekhususan dan potensi diasporanya begitu banyak,” kata dia.

Oleh karena itu, skema KPBU dalam pembangunan bandara ini dilakukan sejak awal.

“Presiden mengatakan beri kesempatan swasta asing masuk ke investasi sektor perhubungan untuk membangun infrastruktur yang begitu banyak,” ungkap Menteri Budi.

Dia mengatakan Indonesia memiliki bentang penerbangan yang sama dengan Eropa yakni membutuhkan 6 jam perjalanan udara dari Sabang menuju Merauke.

Selain itu, juga ada fasilitas kereta api yang bervariatif dan memiliki banyak prospek.

“Ini proses yang sangat pentin dan saya minta tim Bappenas, PT PII (Penjaminan Infrastruktur Indonesia), dan lainnya untuk memberi keterangan sejelas-jelasnya kepada investor dan memberikan kesempatan one on one diskusi,” urai Menteri Budi.

Menurut dia, Presiden juga menginginkan agar konektivitas tidak hanya dibangun di Jawa saja, namun harus dari Sabang hingga Merauke.

“Oleh karenanya, tidak mungkin kami melakukan itu. Langkah KPBU ini sangat penting dan kami apresiasi BKPM, Bappenas, dan seluruh investor. Langkah ini kita lakukan secara profesional,” tegas Menteri Budi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA