Indonesia uji coba penggunaan B30 pada kendaraan

Pemerintah akan mewajibkan penggunaan campuran biodiesel 30 persen atau B30 pada kendaraan mulai tahun depan sesuai Peraturan Menteri ESDM nomor 12 tahun 2015

Indonesia uji coba penggunaan B30 pada kendaraan

JAKARTA

Indonesia meluncurkan uji coba penggunaan bahan bakar solar dengan campuran biodiesel 30 persen atau B30 pada kendaraan bermesin diesel di Jakarta, Kamis.

Kendaraan yang digunakan untuk uji coba tersebut antara lain 8 unit kendaraan penumpang jenis Toyota Fortuner, Nissan Terra, DFSK Super Cap, Mitsubishi Pajero yang akan menempuh jarak 50 ribu km dan 3 unit truk jenis Fusso, Isuzu, dan UD Truck yang akan menempuh jarak 40 ribu km.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan uji coba penggunaan B30 dilaksanakan oleh Puslitbang Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (P3tek KEBTKE) KESDM, Puslitbang Teknologi Minyak dan Gas (LEMIGAS) KESDM, Balai Teknologi Bahan Bakar dan Rekayasa Desain (BTBRD) BPPT, serta Balai Teknologi Termodinamika Motor dan Propulsi (BT2MP) BPPT.

Kemudian pendanaan uji coba ini berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit. Dukungan lain yang diberikan industri untuk uji coba ini berasal dari bantuan bahan bakar dari PT Pertamina (Persero) dan Asosiasi Produsen Bioufel Indonesia (APROBI), serta penyediaan kendaraan uji dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Menteri Jonan menjelaskan uji coba B30 ini bukan hanya sebagai uji jalan pada kendaraan saja, tetapi juga mempromosikan kepada masyarakat bahwa penggunaan bahan bakar B30 tidak membuat performa dan akselerasi kendaraan turun.

Menteri Jonan mengungkapkan pemerintah akan mewajibkan penggunaan campuran biodiesel 30 persen atau B30 pada kendaraan mulai tahun depan sesuai Peraturan Menteri ESDM nomor 12 tahun 2015.

“Mandatori B30 dalam rangka mengurangi ketergantungan impor dan menyediakan BBM yang lebih ramah lingkungan,” jelas Menteri Jonan.

Menteri Jonan juga menjelaskan bahwa mandatori B30 ini juga merupakan langkah konkret pemerintah untuk terus mengembangkan industri kelapa sawit, menyejahterakan petani kelapa sawit, serta menjamin ketersediaan dan kestabilan harga BBM dalam negeri.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Litbang ESDM Dadan Kusdiana menjelaskan kendaraan penumpang dalam uji coba B30 ini akan menempuh rute Lembang - Cileunyi - Nagreg - Kuningan - Tol Babakan - Slawi - Guci - Tegal - Tol Cipali - Subang - Lembang sejauh 560 km per hari.

Sementara truk akan menempuh rute Lembang - Karawang - Cipali - Subang - Lembang sejauh 350 km per hari.

Dadan mengatakan uji coba B30 ini tidak hanya dilaksanakan pada kendaraan darat bermesin diesel, namun dalam waktu dekat pengujian sejenis juga akan dilakukan pada kereta api, angkutan laut, dan alat berat di pertambangan.

“Dari mandatori B30 ini, diharapkan konsumsi biodiesel dalam negeri di 2025 akan meningkat hingga mencapai 6,9 juta kilo liter,” jelas Dadan.

Sebagai informasi, konsumsi biodiesel pada tahun 2018 telah mencapai 3,8 juta kilo liter saat implementasi B20 telah dilakukan secara luas.

Dadan menjelaskan pengembangan bahan bakar biodiesel merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan ketahanan energi melalui diversifikasi energi dengan mengutamakan potensi energi lokal.

“Keberadaan program biodiesel nasional akan menghemat devisa, mengurangi ketergantungan impor BBM, dan meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui hilirisasi industri kelapa sawit,” ujar Dadan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA