Indonesia terima ribuan laporan muatan negatif media sosial

Mayoritas laporan menyoal Twitter

Indonesia terima ribuan laporan muatan negatif media sosial

JAKARTA

Pemerintah menerima 547.506 laporan muatan negatif media sosial sepanjang 2018.

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Ferdinandus Setu mengatakan sebagian besar laporan itu menyoal muatan negatif Twitter.

“Akun Twitter paling banyak dilaporkan warganet, sebanyak 531.304,” ujar Ferdinandus, Selasa, dalam siaran pers.

Menyusul Facebook dan Instagram, lanjut Ferdinandus, sebanyak 11.740 kali laporan.

Juga Youtube dan Google, tambah Ferdinandus, sebanyak 3.287 kali.

Sedang situs file sharing, imbuh Ferdinandus, sebanyak 532 kali.

Sementara mayoritas aplikasi pesan instan, ujar Ferdinandus, paling banyak dilaporkan adalah Telegram dengan jumlah 614 laporan.

Berlanjut dengan LINE dan BBM, menurut Ferdinandus, masing-masing sebanyak 19 dan 10 kali laporan.

Ferdinandus mengatakan menurut Undang-Undang No 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ada 12 jenis muatan negatif.

Muatan negatif itu, ungkap Ferdinandus, berupa pornografi atau pornografi anak, perjudian, pemerasan, penipuan, kekerasan atau kekerasan anak, fitnah atau pencemaran nama baik, pelanggaran kekayaan intelektual, produk dengan aturan khusus, provokasi SARA, berita bohong, terorisme dan informasi elektronik melanggar undang-undang lainnya.

Hingga akhir 2018, ujar Ferdinandus, seluruh laporan muatan negatif yang masuk ke meja pemerintah adalah 984.441 konten.

Mayoritas muatan negatif yang dilaporkan itu, lanjut Ferdinandus, berisikan pornografi sebanyak 898.108, perjudian sebanyak 78.698 dan penipuan 5.889.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA