Indonesia tengah rampungkan konflik agraria

Dari 666 laporan kasus yang masuk ke KSP, 413 di antaranya memiliki informasi pendukung cukup dan sehingga dapat ditindaklanjuti

Indonesia tengah rampungkan konflik agraria

JAKARTA

Indonesia tengah berupaya mempercepat penyelesaian konflik agraria.

“Langkah yang ditempuh melalui koordinasi antar-kementerian dan lembaga, serta membangun sinergi penanganan lintas-kementerian dan lembaga,” ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam diskusi seusai Rapat Tingkat Menteri di Jakarta, Rabu.

Moeldoko mengatakan KSP telah menyerahkan dokumen digital kasus beserta daftar pendukungnya kepada kementerian dan lembaga terkait.

Dari 666 laporan kasus yang masuk ke KSP, 413 di antaranya memiliki informasi pendukung cukup, sehingga dapat ditindaklanjuti.

Rinciannya, 167 kasus dapat dirampungkan dalam jangka pendek, 92 kasus jangka menengah dan 154 kasus perlu waktu lama.

Sedang 253 kasus lainnya belum memiliki informasi pendukung, sehingga belum ditindaklanjuti.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengatakan pemerintah berkomitmen untuk merampungkan kasus-kasus tersebut.

Setiap kasus yang dilaporkan, lanjut Sofyan, memiliki kompleksitas tersendiri, khususnya yang terkait dengan aset pemerintah.

Namun Sofyan optimistis pemerintah dapat merampungkan kasus-kasus tersebut.

“Beberapa konflik seperti di Teluk Jambe dan Karawang berhasil diselesaikan, beberapa lainnya menuju titik terang,” tukas Sofyan.

Sementara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga, mengingat kehutanan sudah tak lagi berada pada level pemerintah kabupaten atau kota.

“Koordinasi penting agar terlibat dalam inisiasi penyelesaian konflik,” kata Siti.

Siti menambahkan bahwa lewat koordinasi pula polemik pengakuan wilayah adat dapat terselesaikan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA