Indonesia temukan 1.200 detonator di perairan Sulawesi Selatan

Penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak masih banyak dilakukan di perairan Indonesia, terutama di perairan Madura Utara, Bali Utara, Kepulauan Sapeken, Selayar, Kangean dan Kendari.

Indonesia temukan 1.200 detonator di perairan Sulawesi Selatan

JAKARTA

Meskipun ilegal, penangkapan ikan dengan mengunakan bahan peledak merupakan salah satu modus operandi yang masih banyak dilakukan di perairan Indonesia.

Hal ini diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat bertemu dengan jurnalis, di Jakarta, Kamis.

Menurut Menteri Susi, Polisi Air dan TNI AL berhasil menemukan 1200 detonator di Sulawesi Selatan.

"Itu baru pertama kali kita temukan segitu banyak di satu tempat,” ujar Menteri Susi.

Menteri Susi memaparkan beberapa tempat yang dianggap masih rawan penangkapan ilegal dengan menggunakan alat peledak di antaranya wilayah perairan Madura Utara, Bali Utara, Kepulauan Sapeken, Selayar, Kangean dan Kendari.

Biasanya, ujar dia, penggunaan bahan peledak itu dipasang di pusat-pusat ikan hidup.

“Jadi kebanyakan mereka disuplai mata rantai pembeli ikan hidup. Nah, itu biasanya hasil kapal tangkapan seperti itu yang pakai sianida, mereka itu yang biasanya diberangkatkan pakai pesawat,” tutur Menteri Susi.

Dia menambahkan, pengiriman ikan hasil tangkapan ilegal dengan bahan peledak dilakukan melalui jalur udara dikarenakan masa hidup ikan yang tidak lama.

Selain penggunaan bahan peledak, Menteri Susi menuturkan beberapa modus operandi lain yang dilakukan oleh nelayan adalah dengan penggunaan bendera kemudahan (flag of convenience) oleh beneficiary owner yang berada di negara lain.

Ada juga pemasangan bendera kebangsaan yang dibuat dengan cara pemalsuan dokumen certificate of registry.

“Rekrutmen foreign crews (ABK kapal dari negara lain) tanpa dokumen perizinan yang lengkap serta fraudlanding atau tidak mendeklarasikan atau melaporkan jenis dan jumlah ikan dengan benar,” tutut Menteri Susi.

Terakhir, kata Menteri Susi, Satgas 115 juga menemukan adanya beberapa kasus penyelundupan narkotik dengan kapal ikan.





TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA