Indonesia segera tindaklanjuti penambahan kuota haji

Tambahan kuota ini diberikan Raja Salman kepada Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Arab Saudi

Indonesia segera tindaklanjuti penambahan kuota haji

JAKARTA 

Pemerintah Indonesia segera menindaklanjuti penambahan kuota haji untuk jemaah Indonesia sebesar 10.000 jemaah baru.

Tambahan kuota ini diberikan Raja Salman kepada Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Arab Saudi.

Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin pada Selasa mengatakan akan segera membahas dengan DPR dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) karena penambahan kuota berimplikasi pada sejumlah hal yang kompleks.

Pertama, kata Menteri Lukman, terkait biaya penyelenggaraan. Kemenag bersama DPR telah menyepakati Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 1440H/2019 dengan skema kuota 221ribu, terdiri dari 204ribu jemaah haji reguler dan 17ribu jemaah haji khusus.

Menurut Menteri Lukman, tata-rata BPIH untuk jemaah haji reguler tahun ini, Rp35.235.602,- atau setara USD2,481.

Bersama DPR, lanjut Menteri Lukman, pemerintah sudah menyepakati biaya haji 2019 menggunakan dana optimalisasi sebesar Rp7,039 Trilyun untuk 204.000 jemaah.

Menteri Lukman menyatakan perlu tambahan biaya tak kurang dari Rp346Milyar bagi 10.000 jemaah baru.

Penambahan kuota itu juga berdampak pada penambahan sekitar 25 kloter baru dan penambahan sekitar 125 petugas kloter.

“Maka perlu dibahas kembali hal-hal yang terkait dengan sumber biayanya,” ujar Menteri Lukman dalam keterangan resminya.

Dampak kedua, lanjut dia, terkait pengadaan layanan haji, baik di dalam maupun luar negeri.

Di dalam negeri, penambahan kuota akan mempengaruhi proses penyiapan dokumen dan manasik jemaah haji.

Apalagi, terang dia, proses penerbitan visa saat ini mempersyaratkan rekam biometrik yang saat sedang berjalan dan di sejumlah daerah sudah hampir selesai.

“Kami harus mendistribusikan kembali tambahan kuota ini ke tingkat provinsi,” ujar Menteri Lukman.

Menteri Lukman mengatakan hampir seluruh pengadaan layanan akan terdampak dalam penambahan kuota ini.

“Proses pengadaan yang semestinya sudah hampir final, berarti harus ditambah dan itu tidak mudah,” jelas Mentei Lukman.

Menteri Lukman mengatakan hampir seluruh hotel di kawasan Markaziah, jarak terdekat Masjid Nabawi, Madinah, kini sudah penuh.

“Penambahan kuota tentu akan menambah kebutuhan hotel yang saat ini sudah banyak dipesan oleh berbagai negara, termasuk Indonesia,” tutur dia.

Selain akomodasi, kebutuhan lain yang harus disiapkan adalah terkait bus salawat dan biaya angkut bagasi.

"Semua membutuhkan biaya, baik direct maupun indirect,” pungkas Menteri Lukman.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA