Indonesia protes pernyataan Dubes Saudi soal “Aksi Reuni 212”

Dubes Osama al-Shuaibi membuat pernyataan bahwa aksi 212 terjadi sebagai reaksi atas pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh organisasi menyimpang

Indonesia protes pernyataan Dubes Saudi soal “Aksi Reuni 212”

JAKARTA

Indonesia menyampaikan protes atas unggahan di media sosial milik Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi, ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arrmanatha Nasir, Rabu

Pada Minggu akun Twitter Dubes Osama @Os_alshuibi, memuat komentarnya tentang “Aksi Reuni 212”. Menurut dia, aksi itu sebagai “reaksi atas pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh organisasi menyimpang beberapa bulan yang lalu.”

Namun, beberapa saat kemudian twitt tersebut dihapus.

Menurut Arrmanatha, pihak Kemenlu segera berkomunikasi dengan Dubes Osama yang sedang berada di luar negeri setelah mengetahui unggahan tersebut.

“Karena Dubes di luar negeri, pada Senin Wakil Dubes/Kuasa Usaha Sementara Saudi di Jakarta secara resmi dipanggil ke Kemlu,” ujar dia pada Anadolu Agency.

Dalam pemanggilan tersebut, Kemenlu menjelaskan bahwa “menyesalkan pernyataan dalam sosmed Dubes Osama.”

Menurut Arrmanatha, pihaknya menjelaskan bahwa substansi pernyataan sosmed Dubes Osama tidak tepat.

“Secara etika penyampaian pernyataan seperti yang ada dalam sosmed Dubes Saudi tidak sesuai dengan prinsip hubungan diplomatik,” ujar dia.

“Itu semua dilakukan sebelum ada surat GP Anshor (organisasi pemuda di bawah NU) dan rilis PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama). Kemlu sudah ambil tindakan.”

PBNU pada Senin mengeluarkan siaran pers yang memprotes pernyataan Dubes Osama dalam media sosialnya.

Meski sebenarnya, Dubes Osama tidak menyebut NU atau GP Anshor dalam pernyataannya.

Namun, pada kejadian di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, beberapa anggota Banser, sayap para-militer GP Anshor, membakar bendera bertuliskan kalimat tauhid, mereka mengklaim bendera itu sebagai lambang Hisbut Tahrir Indonesia (HTI), sebuah organisasi terlarang di Indonesia.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj dalam pernyataan pers tersebut mengatakan Dubes Osama melakukan pelanggaran diplomatik yakni mencampuri politik suatu negara di luar kewenangannya.

"Dubes Osamah telah dengan sengaja menyebarkan fitnah dengan menuduh bahwa aksi pembakaran bendera dilakukan oleh organisasi yang dimaksud dengan mengatakan jamaah almunharifah atau organisasi yang sesat, menyimpang,” ujar Said.

Menurut Said, GP Ansor sudah memberikan sanksi kepada anggota Banser yang melakukan pembakaran dan menyatakan tindakan tersebut keluar dari standar operasi organisasi.

Bahkan, keluarga besar NU menyesalkan kejadian tersebut, kata Said.

Atas kejadian itu, PBNU mendesak pemerintah Indonesia untuk menyampaikan nota kepada pemerintah Arab Saudi agar memulangkan Dubes Osamah sebagai bagian dari sanksi atas tindakannya yang gegabah dengan mencampuri urusan domestik Indonesia.

Setelah pernyataan ini, ketegangan baru melanda Indonesia. Di media sosial beredar tuntutan agar Dubes Osama dipulangkan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA