Indonesia kecam kekerasan di Sudan

Indonesia mengharapkan agar militer dan aparat keamanan bisa memberikan perlindungan menyeluruh terhadap rakyat sipil

Indonesia kecam kekerasan di Sudan

JAKARTA

Indonesia mengecam kekerasan dalam aksi demonstrasi di Sudan beberapa hari terakhir yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Indonesia mengharapkan seluruh pihak hendaknya dapat menahan diri,” ujar pernyataan dari Kementerian Luar Negeri, Sabtu.

Indonesia mengharapkan agar militer dan aparat keamanan bisa memberikan perlindungan menyeluruh terhadap rakyat sipil.

“Indonesia berharap proses transisi berjalan dengan damai dan dialog terus dikedepankan sesuai dengan keinginan dan harapan rakyat,” ujar pernyataan tersebut, “Transisi ini juga tetap menghormati hukum humaniter internasional.”

Sebelumnya diberitakan korban tewas akibat tindakan keras terhadap para demonstran oleh militer Sudan di ibu kota Sudan mencapai 113 orang.

Sudan bergejolak sejak 11 April, ketika militer mengumumkan “pemecatan” Presiden Omar al-Bashir yang berkuasa selama 30 tahun, setelah aksi demonstrasi rakyat selama berbulan-bulan.

Dewan Militer Transisi (TMC) kini mengawal "periode transisi" selama dua tahun dan berjanji untuk segera menggelar pemilihan presiden.

Meski begitu demonstran tetap menuntut TMC segera menyerahkan kekuasaan kepada otoritas sipil.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA