Indonesia bentuk satgas kejar narapidana kabur

Kapolda Aceh telah menetapkan 87 narapidana yang masih kabur sebagai DPO

Indonesia bentuk satgas kejar narapidana kabur

JAKARTA

Indonesia telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengejar 87 orang narapidana penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) Kelas II A Lambaro, Aceh Besar yang kabur dan belum ditemukan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami mengatakan satgas tersebut merupakan hasil kerja sama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM dengan TNI dan Polri.

“Kapolda [Aceh] telah menetapkan mereka dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan akan dilakukan pengejaran,” menurut Sri, Jumat, di Jakarta.

Saat ini, ujar Sri, sebanyak 26 dari 113 orang narapidana yang melarikan diri itu telah ditemukan.

Sri mengimbau agar 87 narapidana yang masih kabur itu untuk segera menyerahkan diri.

“Tolong segera kembali, karena kita tetap akan memperlakukan mereka dengan baik,” ujar Sri.

Sri menjelaskan kasus bermula setelah 300an narapidana baru selesai salat magrib di masjid pada Jumat malam.

Beberapa narapidana itu, kata Sri, berteriak di sekitar ornamesh atau pagar besi yang memisahkan kamar hunian dengan kantor utama.

Saat itu, ujar Sri, lapas tengah dijaga oleh 10 orang petugas, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) dan Kepala Seksi Keamanan.

Kepala KPLP dan Kepala Seksi Keamanan datang menanyakan penyebab keributan itu, tutur Sri, namun narapidana berteriak marah, bahkan menyiramkan cairan yang diduga berisikan air cabai.

Setelah itu, lanjut Sri, sejumlah narapidana membobol jendela dan menjebol pintu dengan barbel, kemudian melarikan diri.

Saat ini, kata Sri, sejumlah fasilitas yang rusak telah diperbaiki.

Kerusuhan serupa pernah terjadi di lapas Lambaro pada Januari 2018.

Saat itu narapidana merusak fasilitas lapas dan membakar sejumlah ruangan. Mereka juga membakar satu unit mobil kepolisian yang masuk ke halaman lapas untuk mengendalikan massa.

Polisi menetapkan 11 orang tersangka penyebab kerusuhan tersebut.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA