Indonesia akan gelar Halal Industry Summit pada 2020

Acara tersebut tidak hanya berisi penyelenggaraan expo halal, tapi akan ada event pertemuan dengan delegasi antar-negara secara resmi

Indonesia akan gelar Halal Industry Summit pada 2020

ISTANBUL

Indonesia berencana mengadakan Halal Industry Summit pada akhir bulan Oktober dan November tahun 2020 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Achmad Rizal Purnama kepada Anadolu Agency pada Pameran Halal ke-7 yang diadakan oleh Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Istanbul pada 30 November.

Achmad mengungkapkan pihaknya berkunjung ke Istanbul untuk melihat langsung secara dekat penyelenggaraan expo halal di Turki karena tahun depan Indonesia akan mengadakan apa yang disebut dengan Halal Industry Summit pada 2020.

Dia menjelaskan acara yang akan diadakan di Indonesia tidak hanya expo tapi akan ada event pertemuan dengan delegasi antar-negara secara resmi.

“Karena selama ini negara-negara pemain industri halal belum pernah masuk dalam sebuah wadah untuk berkolaborasi memajukan industri ini dan hal itu akan dilakukan di Indonesia,” tutur Achmad.

Selain expo, lanjut Achmad, akan ada juga workshop, seminar, fashion show, dan sebagainya dan melibatkan seluruh stakeholder.

Negara Islam harus memanfaatkan industri Halal

Achmad menuturkan Indonesia kini tengah menjalin networking dengan beberapa stakeholders industry halal di Turki maupun di berbagai negara.

Terkait peluang kerja sama bidang halal antara Indonesia dengan Turki, Achmad menyatakan Indonesia baru akan masuk ke The Standards and Metrology Institute for Islamic Countries (SMIIC), yang mana tahun depan Indonesia mulai menjadi anggotanya.

SMIIC diberi mandat oleh OIC untuk memfasilitasi standarisasi industri halal yang bertempat di Turki dan menjadi cikal bakal kerjasama Indonesia dan Turki di Industri Halal ke depannya.

Sebagai dua negara dengan populasi Islam yang besar, Indonesia-Turki memiliki peran penting dalam mendorong Industri halal, karena industri ini terus berkembang dari waktu ke waktu, ungkap Achmad.

Karena industri halal ini adalah industri yang besar, maka kerja sama antar negara Islam untuk memanfaatkan industri ini bukan merupakan sebuah pilihan lagi, akan tetapi menjadi sebuah keharusan, kata dia.

Achmad menyebut Indonesia tengah menjajaki pengakuan Mutual Recognition Certificate antara Turki dengan Indonesia untuk memfasilitasi kerja sama ekspor-impor antara kedua negara di produk atau industri halal.

“Kerja sama dua negara bukan hanya akan bermanfaat untuk masyarakat Indonesia dan Turki saja, tetapi juga dapat bermanfaat untuk dunia,” ungkap Achmad menekankan bahwa hubungan kedua negara sangat baik, memiliki hubungan yang disebut dengan strategic partnership (mitra strategis).

Sesuai dengan perhatian besar yang diberikan oleh Presiden Jokowi dan Wapres Kiayi Maruf, Indonesia berusaha menjadi pemain besar di industri halal ini, ujar Achmad.

Karena jika industri halal berkembang maka pastinya industri ini akan berkontribusi dalam peningkatan ekonomi rakyat indonesia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA