Indonesia akan bahas peta jalan pengembangan tekfin syariah

Tekfin syariah tidak murni hanya untuk muslim saja, tapi jadi produk yang inklusif dan bisa dinikmati siapapun

Indonesia akan bahas peta jalan pengembangan tekfin syariah

Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) mengatakan akan membahas pembentukan peta jalan (roadmap) pengembangan teknologi finansial (tekfin) syariah di Indonesia bersama dengan Bappenas, Kementerian terkait, dan pelaku keuangan syariah.

Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal KNKS Afdal Aliasar mengatakan peta jalan tersebut harus dimiliki Indonesia sebagai panduan arah pengembangan tekfin syariah.

Menurut dia, KNKS memiliki amanat untuk membawa Indonesia jadi pemain global ekonomi dan keungan syariah dengan sudah adanya rencana induk (masterplan) ekonomi syariah Indonesia yang salah satunya mencakup tekfin.

“Kita lihat tekfin syariah harus berkembang dan bisa mengambil pelajaran dari perbankan syariah,” kata Afdhal, dalam diskusi di Jakarta, Selasa.

Menurut Afdhal, tekfin syariah harus belajar dari perbankan syariah yang sulit untuk berkembang karena pada awalnya dituntut untuk mengejar kenaikan volume dan pertumbuhan kebutuhan layanan perbankan di masyarakat, namun diferensiasi dari nilai-nilai syariahnya menjadi kabur dan tidak kuat.

“Perlu digarisbawahi bahwa tekfin syariah tidak murni hanya untuk muslim saja, tapi jadi produk yang bisa dinikmati siapapun karena kita ingin syariah ini inklusif bisa digunakan siapa saja,” lanjut Afdhal.

Dia mengatakan perkembangan tekfin sangat cepat dengan berbagai ide unik dari pelaku industri, sehingga harus betul-betul dilihat dan dikaji apakah konsep syariah yang dikembangkan dalam tekfin sudah benar atau belum.

“Kami lihat KNKS sebagai lembaga yang diamanatkan jadi dirigen perkebangan keuangan digital syariah, perlu membuat roadmap pengembangan tekfin syariah di Indonesia,” lanjut Afdhal.

Peta jalan tersebut akan dibuat KNKS bersama dengan asosiasi tekfin, OJK, BI, Bappenas, kementerian, lembaga serta pemangku kepentingan ekonomi syariah lainnya sehingga arah dari perkembangan tekfin syariah menjadi jelas.

“Fintek barang baru, lari kenceng, inovasi kuat, tapi jalurnya harus diarahkan dengan jelas ke mana sehingga bisa menjadi produk yang baik dan sesuai dengan perkembangan zaman serta kuat secara diferensiasi syariah,” ungkap dia.

Afdhal menegaskan keberadaan KNKS menjadi penting untuk mempercepat perkembangan keuangan dan ekonomi syariah karena dapat berkomunikasi dengan pemerintah secara mudah karena merupakan lembaga independen yang diketuai langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

Selain itu, KNKS juga sangat dekat dengan pelaku industri sehingga pengembangan keuangan dan ekonomi syariah bisa dilakukan secara bersama-sama dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Mudah-mudahan akhir tahun bisa launching roadmap pengembangan fintek syariah di Indonesia,” kata Afdhal.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA