Indonesia ajak negara lain bebaskan sandera Abu Sayyaf

Jika Indonesia bergerak sendiri maka akan melanggar hukum internasional karena penculikan terjadi di negara lain

Indonesia ajak negara lain bebaskan sandera Abu Sayyaf

Indonesia akan berkoordinasi dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara untuk membebaskan tiga orang nelayan yang diculik kelompok bersenjata Abu Sayyaf, ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Sabtu saat berkunjung ke Papua. 

“Abu Sayyaf itu menyandera orang di negara orang lain. Oleh sebab itu, penyelesaiannya harus antar pemerintah,” ujar Menteri Mahfud dalam siaran pers. 

Abu Sayyaf adalah kelompok teror bersenjata yang kerap menculik nelayan untuk meminta tebusan. Basis kekuatan kelompok ini ada di Filipina terutama daerah Jolo, Basilan, dan Mindanao.

Menurut Mahfud, pemerintah bisa saja melakukan tindakan sendiri untuk menyelamatkan WNI yang disandera, namun bertentangan dengan hukum internasional.

“Kita sedang melakukan nego-nego, mudah-mudahan nanti ada titik terang yang baik,” kata dia.

“Tetapi yang jelas tindakan Abu Sayyaf itu perlu penyelesaian jangka panjang bukan kasus per kasus, itu yang sedang dirumuskan sekarang.”

Sebelumnya, tiga nelayan asal Indonesia yaitu Maharudin Lunani (48), Muhammad Farhan (27), dan Samiun Maneu (27) disandera kelompok teroris Abu Sayyaf.

Ketiganya diculik kelompok teroris saat sedang melaut dan memancing udang di Pulau Tambisan, Lahad Datu, Sabah pada 24 September 2019.

Dilansir Philstar, Angkatan bersenjata Filipina juga terus berusaha membebaskan tiga warga negara Indonesia yang ditawan kelompok Abu Sayyaf di Mindanao setelah mendapat permintaan bantuan dari Pemerintah Indonesia.

Operasi militer untuk membebaskan sandera tersebut masih terus dilakukan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA