Indo Defence 2018 pamerkan tank hasil kerja sama Indonesia, Turki

Menteri Pertahanan RI menekankan pentingnya kerja sama alih teknologi pertahanan

Indo Defence 2018 pamerkan tank hasil kerja sama Indonesia, Turki

JAKARTA

Pameran teknologi pertahanan internasional Indo Defence 2018 Expo & Forum memamerkan medium tank produksi PT Pindad hasil kerja sama dengan perusahaan alutsista Turki, FNSS.

“Ini hasil kerja sama dengan Turki, alih teknologi sekaligus bentuk dukungan penuh pemerintah Indonesia terhadap produk anak bangsa,” ujar Menteri Ryamizard, Rabu, dalam pergelaran Indo Defence 2018 Expo & Forum di Jakarta.

Menteri Ryamizard mengatakan bahwa medium tank cocok untuk digunakan di medan Indonesia, teruama di luar Jawa seperti Sumatera dan Kalimantan yang lahannya banyak berupa rawa dan gambut.

Medium tank, kata dia, bobotnya lebih ringan ketimbang Leopard dan tidak merusak infrastruktur jalan di Indonesia.

Ryamizard menekankan pentingnya pengembangan industri pertahanan dan alih teknologi.

Alih teknologi serupa juga dilakukan PT PAL Indonesia dengan Korea Selatan dalam kerja sama pembuatan kapal selam.

“Kapal selam pertama, kedua, dibuat di Korea, yang ketiga dibuat di sini bersama-sama, itu alih teknologi, seterusnya nanti kita membuatnya sendiri,” ujar Ryamizard.

Jika sudah bisa dijual industri pertahanan akan turut berkontribusi dalam pemasukan ekonomi negara.

Sebagian pemasukan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Inggris berasal dari industri alutsista.

“Kita juga begitu nanti,” harap Ryamizard.

Indonesia menggelar Indo Defence 2018 Expo & Forum ke-8 di Jakarta, 7-10 November 2018. Ini merupakan ajang diplomasi pertahanan Indonesia sekaligus wadah promosi produsen pertahanan dan keamanan internasional yang digelar sejak 2004 setiap dua tahun sekali.

Pameran ini digelar bersamaan dengan pameran kedirgantaraan dan helikopter Indo Aerospace featuring Indo Helicopter 2018 Expo & Forum dan pameran kemaritiman Indo Marine 2018 Expo & Forum.

Acara ini juga akan menggelar forum internasional bertemakan Ensuring Regional Stability Through Cooperation On Counter Terrorism.

Juga forum bisnis sebagai wadah yang mempertemukan calon negara pembeli non-tradisional dengan pelaku industri pertahanan.

Indo Defence kali ini diikuti oleh 867 peserta dari 60 negara. Juga 10 Menteri Pertahanan berbagai negara dan perwakilan lembaga pertahanan.

Pemerintah menargetkan gelaran ini akan dihadiri oleh 25.000 pengunjung.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA