IHSG belum mampu bangkit dari keterpurukan

IHSG pada sore hari ini ditutup pada level 6.135,396 atau terkoreksi cukup dalam sebesar 1,19 persen, Indeks LQ45 juga ditutup dengan koreksi 1,25 persen ke posisi 960,869

IHSG belum mampu bangkit dari keterpurukan

JAKARTA

Selama satu hari perdagangan hari ini, Senin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu bangkit dari hantaman sentimen global yang belum mereda.

IHSG pada sore hari ini ditutup pada level 6.135,396 atau terkoreksi cukup dalam sebesar 1,19 persen. Kemudian indeks LQ45 juga ditutup dengan koreksi 1,25 persen ke posisi 960,869.

Posisi IHSG ini merupakan yang terburuk sejak 27 Desember 2018.

Sementara pada penutupan sesi I siang tadi, IHSG berada pada posisi 6.194,37 atau terkoreksi 0,24 persen setelah sempat dibuka pada zona hijau dengan penguatan 0,18 persen ke level 6.220,393.

Analis market CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan sentimen global yang membuat IHSG terjerembab masih sama, yakni imbas dari kekhawatiran berlebihan investor terhadap kesepakatan perdagangan antara AS dan China yang tak kunjung menemui titik temu.

“Saya melihat sentimennya masih sama dan belum berubah,” ungkap dia kepada Anadolu Agency.

Reza tidak dapat memprediksi sampai kapan kondisi seperti ini akan berlangsung, karena semua tergantung pada sikap dari pemimpin kedua negara yang sedang berseteru tersebut.

Dia juga mengkhawatirkan kondisi ini bisa membuat posisi IHSG semakin memburuk dari posisi saat ini.

“Jangan sampai IHSG semakin parah dan keluar dari zona 6.000 karena sangat mengkhawatirkan,” tambah Reza.

Sementara analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan memburuknya IHSG akibat kombinasi dari kejatuhan bursa Asia pada sore ini seperti Nikkei yang turun 0,72 persen, Shanghai terkoreksi 1,21 persen, dan Kospi anjlok 1,38 persen.

“Kemudian juga diikuti oleh merosotnya bursa Eropa di awal pembukaan sebagai respon Presiden Trump yang mengancam akan kembali menaikkan tarif 25 persen atas produk China yang masuk ke AS senilai USD325 miliar,” urai dia.

Edwin mengatakan aksi jual asing hingga sore hari mencapai Rp694,6 miliar sehingga secara year to date IHSG melemah 0,94 persen.

“Nilai tukar rupiah juga anjlok dan berada di level Rp14.423 per dolar AS,” jelas Edwin. Adapun berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah di level Rp14.362 per dollar AS.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA