Dua WNI diduga terlibat rencana aksi teror di Malaysia

Mereka merencanakan aksi teror pada pekan pertama bulan Ramadan

Dua WNI diduga terlibat rencana aksi teror di Malaysia

JAKARTA

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan dua orang warga negara Indonesia (WNI) ditangkap di Malaysia karena diduga terlibat dalam rencana teror.

Kedua WNI tersebut berinisial MAL dan FT yang diduga merencanakan aksi teror pada pekan pertama Ramadan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan keduanya kini dalam pemeriksaan oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

“Patut diduga yang bersangkutan terlibat dalam jaringan terorisme di Malaysia,” ujar Dedi, di Jakarta, Selasa.

PDRM menangkap FT bersama tiga orang lainnya yang merupakan warga negara Malaysia dan Rohingya, Myanmar.

Hasil penangkapan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kepolisian Malaysia, Abdul Hamid Bador, dalam konferensi pers pada Senin.

FT merupakan buruh migran Indonesia yang bekerja sebagai buruh pabrik seng di Selangor, Malaysia.

Mereka mengaku sebagai simpatisan Daesh dan berencana menyerang warga non-muslim untuk membalas kematian seorang petugas pemadam kebakaran Malaysia, Mohammad Adib Mohd Kassim.

Muhammad Aib tewas dalam kerusuhan di sebuah kuil Hindu pada November 2018.

Menurut Dedi, MAL kemudian ditangkap pada 9 Mei.

Polri juga menyelidiki keterkaitan kedua WNI tersebut dengan jaringan teror di dalam negeri, khususnya Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Densus 88 juga mendalami apakah ada keterkaitannya dengan JAD,” ujar Dedi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA