Divonis pidana 20 tahun, hari ini pemerintah bebaskan narapidana Bali Nine

Renae Lawrence merupakan anggota jaringan narkoba Bali Nine yang berencana menyelundupkan heroin dari Indonesia ke negaranya pada April 2005

Divonis pidana 20 tahun, hari ini pemerintah bebaskan narapidana Bali Nine

JAKARTA 

Pemerintah Indonesia membebaskan salah satu narapidana Bali Nine, Renae Lawrence, hari ini.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Maryoto Sumadi mengatakan Lawrence telah selesai menjalankan pidana berdasarkan keputusan Pengadilan Tinggi Denpasar berupa pidana penjara 20 tahun serta denda Rp1 miliar atau subsider enam bulan.

“Lawrence menjalankan pidana sejak 13 April 2016 hingga hari ini,” ujar Maryoto, Rabu, dalam siaran pers.

Maryoto mengatakan bahwa masa penahanan itu sudah dikurangi remisi hari kemerdekaan dan hari raya keagamaan, juga ditambah pidana subsider enam bulan karena tak sanggup membayar denda Rp1 miliar.

Surat Keterangan Bebas Lawrence, ujar Maryoto, sudah diteken oleh Kepala Rumah Tahanan Negara Bangli.

Hasil pemeriksaan kesehatan, lanjut Maryoto, juga menyimpulkan Lawrence dalam kondisi sehat.

Setelah ini, kata Maryoto, akan ada serah terima narapidana tersebut dari Rutan Bangli ke Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar.

Serah terima tersebut perlu dilakukan, menurut Maryoto, karena Lawrence tidak memiliki izin tinggal yang masih berlaku di Indonesia.

“Sesuai dengan ketentuan UU No 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, dia akan dikenakan tindakan administrasi berupa pendeportasian,” kata Maryoto.

Saat ini, ujar Maryoto, Lawrence akan diantar ke Bandara Internasional Ngurah Rai dan akan ditempatkan di ruang penampungan orang asing sementara sambil menunggu jadwal pulang.

Lawrence merupakan warga negara Australia yang tergabung dalam jaringan narkoba Bali Nine dan berencana menyelundupkan heroin dari Indonesia ke negaranya pada April 2005.

Mereka melilitkan heroin tersebut ke tubuh dan hendak kembali ke Australia secara bertahap.

Namun rencana tersebut gagal, aparat mengendus aksi itu dan menangkap mereka di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA