Dirjenpas: 26 dari 113 narapidana lapas Lambaro Aceh telah ditemukan

Mereka ditempatkan di ruangan tersendiri, terpisah dengan narapidana lainnya

Dirjenpas: 26 dari 113 narapidana lapas Lambaro Aceh telah ditemukan

JAKARTA

Pemerintah mengungkapkan 26 dari 113 penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) Kelas II A Lambaro, Aceh Besar, telah ditemukan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami mengatakan saat ini seluruh narapidana yang telah ditemukan tersebut ditempatkan di ruangan tersendiri.

“Kami tempatkan di ruangan yang terpisah dengan narapidana lainnya,” tutur Sri, Jumat, di Jakarta.

Berdasarkan keterangan mereka, ujar Sri, ke-26 warga binaan yang ditangkap itu mengaku tak berniat kabur, namun mereka diajak oleh penghuni lapas lainnya.

Sri menjelaskan kasus bermula setelah 300an narapidana baru selesai shalat maghrib di masjid pada Jumat malam.

Beberapa narapidana itu, kata Sri, berteriak di sekitar ornamesh atau pagar besi yang memisahkan kamar hunian dengan kantor utama.

Saat itu, ujar Sri, lapas tengah dijaga oleh 10 orang petugas, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) dan Kepala Seksi Keamanan.

Kepala KPLP dan Kepala Seksi Keamanan datang menanyakan penyebab keributan itu, tutur Sri, namun narapidana berteriak marah, bahkan menyiramkan cairan yang diduga berisikan air cabai.

Setelah itu, lanjut Sri, sejumlah narapidana membobol jendela dan menjebol pintu dengan barbel, kemudian melarikan diri.

Saat ini, kata Sri, sejumlah fasilitas yang rusak telah diperbaiki.

Kerusuhan serupa pernah terjadi di lapas Lambaro pada Januari 2018.

Saat itu narapidana merusak fasilitas lapas dan membakar sejumlah ruangan. Mereka juga membakar satu unit mobil kepolisian yang masuk ke halaman lapas untuk mengendalikan massa.

Polisi menetapkan 11 orang tersangka penyebab kerusuhan tersebut.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA