Dihentikan sementara, Indonesia pastikan proyek LRT tidak terganggu

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penyelesaian proyek tersebut tetap akan rampung sesuai target.

Dihentikan sementara, Indonesia pastikan proyek LRT tidak terganggu

JAKARTA

Indonesia memastikan penghentian sementara terhadap proyek pembangunan Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek di Tol Jakarta - Cikampek tidak berpengaruh terhadap proses pembangunan proyek tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penyelesaian proyek tersebut tetap akan rampung sesuai target.

"Tidak ada masalah," jelas Luhut di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis.

Menurut dia, penghentian tersebut hanya dilakukan sementara karena banyaknya keluhan mengenai kemacetan di area pembangunan jalur LRT itu.

"Trafiknya itu berat, jelek kan bisa dialihkan ke tempat yang lain, tidak ada masalah," tambah dia.

Sebelumnya, Pemerintah menghentikan sementara dua pekerjaan proyek infrastruktur yakni pembangunan jalur kereta cepat Jakarta Bandung oleh KCIC dan proyek pembangunan LRT Jabodebek di ruas tol Japek KM 11 hingga KM 17 yang merupakan titik terpadat kemacetan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kebijakan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kemacetan yang terjadi tol Jakarta -Cikampek.

Dia mengakui proyek tersebut berdampak pada meningkatnya kemacetan di jalan tol tersebut.

“Kita akan minta LRT dan KCIC (kereta cepat) tidak dulu berkonstruksi di daerah kilometer 11 sampai kilometer 17. Jadi sementara ini tidak ada kegiatan di sana. Selain itu, kami juga akan mengevaluasi kegiatan Waskita Karya interchange di kilometer 24,” kata Menteri Budi di Bekasi Timur, Jawa Barat pada Selasa.

Menteri Budi meminta penghentian pekerjaan proyek ini dilakukan dalam beberapa bulan ke depan atau jika dimungkinkan hingga jelang Lebaran tahun depan.

Dia meminta, pengelola proyek memindahkan para pekerjanya ke lokasi lain lebih mengutamakan pengerjaan tol Jakarta-Cikampek elevated yang saat ini kemajuannya telah mencapai 57,5 persen.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA