BSSN: Indonesia penyumbang 40 persen ekonomi digital di ASEAN

BSSN tengah menyusun konsep rancangan peraturan untuk menekan potensi ancaman siber yang bisa mengganggu pertumbuhan ekonomi digital

BSSN: Indonesia penyumbang 40 persen ekonomi digital di ASEAN

Indonesia merupakan penyumbang terbesar ekonomi digital di Asia Tenggara.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian mengatakan nilai ekonomi berbasis internet di Asia Tenggara diperkirakan mencapai USD 100 milar atau Rp 1.418,17 triliun pada tahun ini.

Hal ini berdasarkan hasil hasil penelitian dan laporan Google Temasek, dan Bain bertajuk e-Conomy SEA 2019.

Dari jumlah tersebut kata Hinsa, sebesar 40 persen atau senilai USD 40 miliar atau sekitar Rp 567,9 triliun berasal dari Indonesia.

"Dengan nilai pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan potensi ekonomi digital yang luar biasa ini, maka Indonesia harus menjaga potensi tersebut guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional," kata Hinsa Siburian di Jakarta pada Kamis.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia itu, menurut dia, dibutuhkan regulasi dan infrastruktur teknologi.

"Tanpa regulasi, kita kehilangan peluang sosial ekonomi, bahkan keamanan negara terancam, karena data pribadi merupakan komoditas bisnis dan kerahasiaan warga negara," kata dia.

Itu sebab BSSN pun kata dia tengah menyusun konsep rancangan peraturan untuk menekan potensi ancaman siber yang bisa mengganggu pertumbuhan ekonomi digital.

"Saat ini transaksi banyak dilakukan secara digital yang semuanya perlu diamankan sehingga keamanan siber merupakan hal yang sangat penting dan mendesak," tegas dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA