BNN dan Australian Border Force kerja sama cegah penyelundupan narkotika

Salah satu bentuk kerja sama juga dilakukan dengan pengembangan sumber daya manusia dalam operasi pemberantasan oleh unit canine

BNN dan Australian Border Force kerja sama cegah penyelundupan narkotika

JAKARTA 

Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali memperkuat penjagaan pemberantasan masuknya narkotika ke Indonesia melalui kerja sama bilateral dengan otoritas Australia.

Kesepakatan perlindungan perbatasan dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika antara BNN dan persemakmuran Australia tersebut dilakukan melalui Departemen Dalam Negeri yang mewakili Australian Border Force (ABF) pada hari ini di Gedung Unti Deteksi Dini K-9 di Lido, Bogor, Jawa Barat.

Humas BNN Kombes Sulistyandriatmoko, melalui keterangan tertulisnya yang diterima Anadolu Agency, menyebut kerja sama sebagai bentuk responsif kedua negara dalam menekan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di perbatasan.

“Tentunya peredaran gelap itu menjadi ancaman besar bagi kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan serta merugikan dari aspek ekonomi, sosial, budaya, dan politik masyarakat,” kata dia.

Dalam penandatanganan kerja aasama yang dilakukan oleh Kepala BNN, Heru Winarko, dan Komisioner Australian Border Force, Michael Outram APM terdapat tiga poin yang disepakati.

Sulis menuturkan di antaranya pertukaran berbagai informasi dalam memerangi kejahatan narkotika dan prekursor di perbatasan, pengembangan sumber daya manusia dalam operasi pemberantasan yang salah satunya yaitu unit canine, serta bidang-bidang lain yang menjadi perhatian bersama yang telah ditentukan terkait dengan pengawasan narkotika dan prekursor di wilayah perbatasan.

“Kerja sama yang juga menekankan pada penguatan canine ini diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja dari unit deteksi dini K-9 BNN,” jelas Sulis.

ABF sendiri dikenal sebagai institusi yang memiliki program nasional untuk pengembangan anjing pelacak dalam penegakan hukum di Australia.

“Dengan kerja sama ini diharapkan angka penyelundupan dan peredaran gelap narkotika di Indonesia dapat ditekan,” pungkas Sulis.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA