Bentrok antar-warga di Buton Tengah, ratusan orang mengungsi

Bentrok antar-warga itu dipicu oleh tewasnya seorang pemuda berinisial HH, 21, asal Desa Mataneo akibat dianiaya

Bentrok antar-warga di Buton Tengah, ratusan orang mengungsi

Bentrok antar-warga terjadi di Buton Tengah, Sulawesi Tenggara dan menyebabkan puluhan rumah terbakar, serta ratusan orang warga mengungsi pada Rabu malam.

Bentrok antar-warga itu dipicu oleh tewasnya seorang pemuda berinisial HH, 21, asal Desa Mataneo akibat dianiaya dan ditikam saat menonton sebuah acara musik di Desa Wadiabero, Kecamatan Gu.

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tenggara AKBP Harry Goldenhart mengatakan penganiayaan itu memicu pemuda asal Kelurahan Tolandona datang ke Desa Wadiabero, Kecamatan Gu.

Mereka mencari terduga pelaku penikaman dan membakar rumah yang diduga sebagai rumah pelaku.

Harry menuturkan situasi telah terkendali pada Kamis. Tokoh masyarakat dari kedua desa telah bertemu untuk meredam situasi.

“Saat ini sudah kondusif,” kata Harry ketika dihubungi, Kamis.

Polisi telah menangkap seorang tersangka penikaman untuk meredam situasi.

Pemerintah Kabupaten Buton Tengah akan membantu membangun kembali rumah warga yang dibakar.

“Rekonsiliasi dan rehabilitasi terhadap rumah warga yang sempat dibakar sedang dan akan dilakukan bersama Pemda Buton Tengah,” ujar dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA