Baznas prediksi kontribusi zakat digital capai 30 persen pada 2020

Tren sedekah digital di masyarakat terus menunjukkan grafik positif

Baznas prediksi kontribusi zakat digital capai 30 persen pada 2020

Badan Amil Zakat (Baznas) memprediksi kontribusi zakat dari saluran digital bisa mencapai 30 persen pada 2020.

Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta mengatakan tren sedekah digital di masyarakat terus menunjukkan grafik positif.

Pengumpulan zakat dari jalur digital pada 2018 naik dari 2 persen menjadi 6 persen.

“Kami telah melihat tren positif penggunaan sedekah digital oleh masyarakat. Baznas memprediksi kontribusi saluran digital dapat mencapai 30 persen pada 2020,” kata Arifin di Bandung, Selasa.

Menurut Arifin, kerja sama dengan sejumlah platform layanan dompet digital dapat mengakomodasi tren sedekah digital.

Indonesia memiliki potensi zakat sebesar Rp252 triliun, namun baru 3,5 persen atau sekitar Rp8 triliun yang dikelola oleh lembaga resmi.

Dia menuturkan digitalisasi zakat diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan zakat.

Baznas dan layanan dompet digital GoPay meluncurkan fitur yang zakat digital bernama GoZakat dalam konferensi internasional World Zakat Forum (WZF) pada Selasa.

Managing Director GoPay Budi Gandasoebrata mengatakan pengguna GoPay yang ingin membayar zakat cukup membuka fitur GoBills pada aplikasi Gojek.

GoPay akan menyalurkan zakat tersebut melalui Baznas dan sejumlah lembaga lainnya seperti Baitul Maal Hidayatullah, LazisMu, LazisNU, Rumah Yatim dan Rumah Zakat.

Menurut Budi, zakat digital merupakan bagian dari program GoPay for Good yang telah bekerja sama dengan 400 lembaga nonprofit dan 21 rumah ibadah di 41 kota di Indonesia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA