Baznas dorong pengelolaan zakat secara digital

Organisasi pengelola zakat harus bertransformasi ke sistem digital karena dapat memberikan berbagai keuntungan dalam penghimpunan maupun penyaluran zakat

Baznas dorong pengelolaan zakat secara digital

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendorong pengelolaan zakat menggunakan teknologi digital seiring perkembangan saat ini.

Ketua Baznas Bambang Sudibyo mengatakan organisasi pengelola zakat harus bertransformasi ke sistem digital karena dapat memberikan berbagai keuntungan dalam penghimpunan maupun penyaluran zakat.

“Sistem digital yang telah menjadi tren besar dalam industri keuangan ini membuat pengelolaan zakat lebih efisien, lebih transparan, biaya transaksi rendah, menjangkau skala yang lebih luas sekaligus meningkatkan sistem keamanan,” ujar Bambang, dalam acara The International Conference of Zakat (ICONZ) yang ketiga di Bandung, Jumat.

Acara konferensi zakat internasional tersebut mengangkat tema Zakat 4.0 Towards Empowering Ummah with Technology.

Sementara itu, Direktur Puskas Baznas Hasbi Zaenal mengatakan tema “Zakat 4.0 Towards Empowering Ummah with Technology” diangkat karena saat ini dunia sedang memasuki revolusi industri ke-4 yang ditandai dengan munculnya teknologi terbarukan seperti Robotics Process Automatization (RPA), Artificial Intelligent (AI), dan Internet of Things (IoT).

“Sebagai lembaga keuangan sosial Islam yang mengelola dana publik, industri zakat menjadi salah satu sektor yang cukup terdampak atas masifnya penggunaan teknologi,” kata Hasbi.

Dia menambahkan keunggulan dalam hal efisiensi pada penggunaan RPA, AI dan IoT membuat suatu hal yang harus dipertimbangkan oleh industri zakat dalam mengadopsi teknologi tersebut.

Dengan begitu, aktivitas penghimpunan dana zakat, pengelolaan, dan pendistribusian dana zakat akan lebih maksimal.

“Namun, diperlukan kajian serta diskusi yang lebih matang terkait dengan implementasi teknologi tersebut dalam pengelolaan zakat,” tambah Hasbi.

Menurut dia, hasil dari kajian-kajian tersebut akan menjadi landasan yang kuat bagi pembuat kebijakan, baik itu regulator maupun operator dalam menentukan kebijakan pengelolaan zakat menggunakan teknologi.

Dalam the 3rd ICONZ hadir berbagai narasumber, mulai dari regulator, praktisi zakat, peneliti hingga akademisi.

Para tokoh zakat dan keuangan Islam internasional yang turut hadir ialah Wakil Ketua Baznas Zainulbahar Noor, CEO Marsah Johor Malaysia Abdul Ghafar Ismail, Lead Research Economist IRTI-IsDB Mohammed Obaidullah, Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Dadang Muljawan.

Selain itu, Direktur Bidang Keuangan Inklusif, Dana Sosial Keagamaan dan Keuangan Mikro Syariah KNKS Ahmad Juwaini serta Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA