Bawaslu rekomendasikan dua anggota PPLN Kuala Lumpur dicopot

Kedua anggota PPLN tersebut ialah Krishna Hannan, yang juga merupakan wakil Duta Besar RI di Malaysia, serta Djadjuk Natsir

Bawaslu rekomendasikan dua anggota PPLN Kuala Lumpur dicopot

JAKARTA 

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan agar dua anggota PPLN Kuala Lumpur diberhentikan menyusul penemuan surat suara yang tercoblos di Selangor, Malaysia.

Kedua anggota PPLN tersebut ialah Krishna Hannan, yang juga merupakan wakil Duta Besar RI di Malaysia, serta Djadjuk Natsir.

Djadjuk merupakan penanggungjawab pengiriman surat suara via pos di PPLN Kuala Lumpur.

“Bawaslu merekomendasikan agar keduanya diberhentikan sebagai PPLN untuk menghindari konflik kepentingan dan menjaga profesionalitas pemilu,” ujar Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa.

Ketua Bawaslu RI Abhan menambahkan rekomendasi ini berdasar pada investigasi pihaknya di Malaysia selama dua hari.

Bawaslu telah memeriksa 13 orang saksi terkait kasus tercoblosnya surat suara di Selangor termasuk anggota PPLN Kuala Lumpur, anggota tim pengawas luar negeri, dan dua orang saksi.

Selain itu, Bawaslu juga telah mengklarifikasi kasus ini kepada Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana.

Sebelumnya, Bawaslu merekomendasikan pemungutan suara ulang untuk 319.293 pemilih yang menggunakan metode pos di Malaysia.

Rekomendasi tersebut menyusul penemuan surat suara yang telah tercoblos di Selangor pada Kamis, 11 April 2019.

Surat suara tersebut tercoblos untuk pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan di bagian Partai Nasdem dengan calon legislatif Davin Kirana.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA