Bawaslu perintahkan pemungutan suara ulang di Malaysia

Pemungutan suara ulang berlaku bagi pemilih yang mencoblos menggunakan metode pos

Bawaslu perintahkan pemungutan suara ulang di Malaysia

JAKARTA

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaksanakan pemungutan suara ulang bagi pemilih di Malaysia yang menggunakan metode pos.

Rekomendasi tersebut menyusul penemuan surat suara yang telah tercoblos di Selangor pada Kamis, 11 April 2019.

Surat suara tersebut tercoblos untuk pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan di bagian Partai Nasdem dengan calon legislatif Davin Kirana.

“Pemungutan suara Pemilu 2019 melalui metode pos di wilayah Kuala Lumpur tidak sepenuhnya sesuai dengan prosedur, tata cara atau mekanisme yasng diatur dalam peraturan perundang-undangan Pemilu,” ujar Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Bawaslu menyatakan sebanyak 319.293 orang terdaftar sebagai pemilih melalui metode pos.

Bawaslu meyakini sebagian surat suara Pemilu 2019 yang telah masuk di PPLN Kuala Lumpur tidak sesuai dengan asas langsung, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Selain itu, PPLN Kuala Lumpur terbukti tidak melaksanakan tugas secara objektif, transparan dan profesional dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

Ketua Bawaslu Abhan mengatakan surat suara yang dicoblos melalui metode pos tidak akan dimasukkan dalam proses penghitungan suara di Malaysia besok.

“Surat suara yang dicoblos melalui pos tidak termasuk dalam penghitungan,” kata Abhan.

Pemilu bagi WNI Malaysia berlangsung pada Minggu, 14 April 2019.

Malaysia merupakan negara dengan jumlah WNI pemilih terbanyak dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

Pemungutan suara di luar negeri terdiri atas tiga metode yakni pemungutan di TPS, pengiriman via pos, dan kotak suara keliling.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA