Aktivitas bandara di Kalimantan dan Sumatera masih normal

Pada Rabu di sejumlah wilayah masih terdapat titik api dengan kategori sedang dan tinggi yang menyebar di Sumatera, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat

Aktivitas bandara di Kalimantan dan Sumatera masih normal

Kementerian Perhubungan memastikan operasional penerbangan tetap berjalan normal di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menghasilkan kabut asap.

Kondisi tersebut khususnya di sejumlah bandar udara di wilayah Sumatera, Kalimantan dan sekitarnya yang terimbas karhutla.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti, hingga hari Rabu di sejumlah wilayah masih terdapat titik api dengan kategori sedang dan tinggi yang menyebar di Sumatera, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

“Kami akan terus memantau perkembangan kebakaran hutan di wilayah Sumatera dan Kalimantan serta berkoordinasi dengan pihak terkait,” tegas Polana dalam keterangan resmi, Rabu.

Polana berharap semua pihak seperti Otoritas Bandar Udara (OBU), Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), AirNav dan maskapai tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Sementara itu, Plt Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Rahadi Usman Ketapang, Kalimantan Barat Donny S Haris mengatakan kondisi saat ini lebih baik dibandingkan 4 hari yang lalu, yang menyebabkan penerbangan mengalami keterlambatan (delay) hingga 4 jam.

“Kondisi saat ini, keterlambatan terjadi paling lama satu sampai 1,5 jam," jelas Donny.

Dia mengatakan penerbangan di Bandara Rahadi Usman saat ini dilayani dua maskapai yaitu Nam Air dengan rute Ketapang-Pontianak (PP), Ketapang-Semarang (PP), dan Wing Air dengan rute Ketapang-Pontianak (PP).

Hal serupa juga terjadi di Bandar Udara H Asan Sampit, Kalimantan Tengah, dengan kondisi penerbangan saat ini masih berjalan normal, meski ada maskapai yang sempat mengalami delay selama 1 jam karena masalah operasional.

“Pada pukul 14.47 WITA, visibility masih 7 km, asap sekitar runway 13 cukup tebal namun di runway 31 masih normal,” jelas Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara H Asan Sampit Havandi Gusli.

Menurut Havandi, kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sampit sudah ditangani oleh 2 mobil damkar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), 1 unit milik Pemda dan 1 unit lagi milik PKP-PK bandara, serta 2 heli water bombing yang masih bekerja memadamkan titik api.

Kepala Unit penyelenggara Bandar Udara Tebelian, Sintang Kalimantan Barat Patah Atabri mengatakan penerbangan masih berjalan normal dengan visibility mencapai 1000 hingga 3000 meter.

“Kalau dua hari yang lalu, maksapai ada yang cancel karena cuaca gelap dan memutuskan RTB ke Pontianak,” jelas dia.

Patah mengatakan maskapai Wings Air dan Nam Air berhasil landing dengan selamat.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Japura Rengat, Indragiri Hulu Riau Mochammad Kurniawan mengatakan dampak kabut asap tidak terlalu parah, dengan visibility mencapai 5 kilometer.

“Memang tidak ada penerbangan, tapi kita stand-by khususnya untuk helikopter BNPB untuk melakukan water bombing,” jelas dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA