Aksi 22 Mei, kantor di sekitar Bawaslu liburkan karyawan

Kondisi tidak kondusif, akses jalan ke kantor juga ditutup, ujar karyawan Media Innity

Aksi 22 Mei, kantor di sekitar Bawaslu liburkan karyawan

JAKARTA 

Sejumlah perusahaan yang berkantor di sekitar sekretariat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) meliburkan karyawannya, terkait demonstrasi massa yang berujung ricuh sejak Selasa malam.

Di antaranya adalah perusahaan penyedia teknologi periklanan digital yang berkantor di Menara Thamrin dan hanya berjarak beberapa gedung dari sekretariat Bawaslu.

Dede Ruslan, karyawan perusahaan itu, mengatakan bahwa informasi libur disampaikan pihak manajemen pada Selasa malam melalui grup Whatsapp, seiring situasi yang kian memburuk.

“Kondisi tidak kondusif, akses jalan ke kantor juga ditutup,” ujar Dede kepada Anadolu Agency, Rabu.

Pemberitahuan yang sama juga diperoleh Heru Budianto, karyawan yang berkantor di Jl Sudirman Jakarta.

Perusahaan, kata Heru, mengirimkan pemberitahuan itu pada Selasa malam lewat surat elektronik dengan alasan situasi yang tidak kondusif.

Begitu juga dengan Fahmi Iskandar, yang berkantor di Wisma 77, Slipi.

Wisma 77 berjarak empat kilometer dari Bawaslu dan hanya beberapa ratus meter dari lokasi asrama Brimob yang dibakar massa pada Rabu pagi.

Sementara PT Merah Cipta Media, perusahaan periklanan dan komunikasi pemasaran meminta karyawannya untuk bekerja dari rumah, terkait suhu politik yang kian meninggi.

“Seluruh karyawan dapat melakukan pengaturan pekerjaan di unit/departemen masing-masing, sehingga tidak mengganggu proses koordinasi dan penyelesaian aktivitas serta deadline,” bunyi pemberitahuan itu.

Selain itu perusahaan meminta agar karyawan tetap dapat dihubungi dalam kondisi penting.

Sejak Selasa siang, massa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat memenuhi jalanan depan kantor Bawaslu untuk berunjuk rasa meminta Bawaslu mendiskualifikasi kemenangan pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Semula aksi demonstrasi berjalan damai dan massa membubarkan diri sekitar pukul 10 malam.

Namun pada pukul 11 malam, massa lain tiba-tiba datang, memprovokasi dan merusak kawat berduri.

Bentrokan juga terjadi di sejumlah titik lain seperti di Jalan Wahid Hasyim dan Asrama Brimob Petamburan, Jakarta Barat serta Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Massa melempari polisi dengan batu dan bom molotov, kemudian menyerang Asrama Brimob Petamburan, serta membakar sejumlah mobil.

Rabu ini, massa demonstrasi kembali memadati jalanan di depan Gedung Bawaslu.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA