AJI desak Kementerian Pertanian cabut gugatan terhadap Tempo

AJI meminta Kementerian Pertanian menghormati putusan dan rekomendasi Dewan Pers

AJI desak Kementerian Pertanian cabut gugatan terhadap Tempo

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mendesak Kementerian Pertanian untuk mencabut gugatan terhadap Majalah Tempo terkait tulisan investigasi Gula Cara Amran dan Isam di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sekretaris Jenderal AJI Revolusi Riza mengatakan sengketa pemberitaan ini telah disidangkan di Dewan Pers dan beroleh keputusan agar Majalah Tempo memuat hak jawab dari Kementerian Pertanian secara proporsional.

Berdasarkan penelusuran AJI, Amran belum menggunakan hak jawab yang diperintahkan Dewan Pers, namun melayangkan gugatan ke pengadilan.

“AJI meminta Kementerian Pertanian menghormati putusan Dewan Pers dan menjalankan fungsi hak jawab, seperti rekomendasi Dewan Pers itu,” ujar Revo, Kamis, dalam keterangannya.

Revo mengatakan jika gugatan ini diteruskan maka akan menjadi preseden buruk dalam sejarah kebebasan pers Indonesia, sekaligus menjadi catatan kelam di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Jika gugatan ini diteruskan, pemerintahan Joko Widodo akan dinilai tak menghormati mekanisme sengketa pers yang diamanatkan UU Pers,” ujar Revo.

UU Pers, kata Revo, mengatur bahwa sengketa pemberitaan disidangkan lewat Dewan Pers.

UU tersebut, lanjut Revo, juga mengatur mekanisme penyelesaian lewat hak jawab dan hak koresksi.

UU Pers merupakan lex specialis, hukum yang lebih khusus dari KUHP dan KUHPerdata.

“Salah satu fungsi Dewan Pers adalah memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers,” kata Revo.

AJI juga sekaligus mengingatkan agar Pemerintahan Jokowi taat konstitusi dan menjamin kebebasan pers di Indonesia.

Pada 18 Oktober 2019 lalu, Menteri Pertanian menggugat Majalah Tempo secara perdata atas tulisan investigasi Swasembada Gula Cara Amran dan Isam yang terbit pada Edisi 4829/9-15 September 2019.

Pihak yang tergugat adalah PT Tempo Inti Media, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Arif Zulkifli, dan Penanggung Jawab Berita Investigasi Majalah Tempo Bagja Hidayat.

Dalam gugatan itu, menteri pertanian menuntut ganti rugi materiil Rp22.042.000 dan immaterial Rp100 miliar.

Gugatan itu juga menuntut Tempo untuk memuat permohonan maaf ke menteri pertanian di Majalah Tempo dan surat kabar nasional selama sepekan.

Sekaligus menuntut Tempo untuk meletakkan sita jaminan terhadap Gedung Tempo yang berlokasi di Jl Palmerah Barat Jakarta Selatan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA