Aceh lepasliarkan empat ekor satwa liar dilindungi

Empat ekor satwa dilindungi tersebut yaitu dua ekor Owa Serudung, seekor Siamang, dan kucing hutan atau kucing kuwuk

Aceh lepasliarkan empat ekor satwa liar dilindungi

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melakukan pelepasliaran empat ekor satwa liar yang dilindungi di kawasan hutan konservasi Sampoinet, kabupaten Aceh Jaya, provinsi Aceh, Indonesia pada Jumat. 

Taing Lubis, Koordinator Perawatan Satwa BKSDA Aceh, di Aceh Jaya mengatakan lepasliar tersebut dilakukan dalam upaya menjaga kelestarian satwa yang memang tempatnya di hutan, bukan di kandang.

“Hari ini bertepatan dengan peringatan hari satwa duni, kita melepasliarkan empat ekor satwa dilindungi,” kata Taing.

Taing menjelaskan, empat ekor satwa dilindungi tersebut yaitu dua ekor Owa Serudung (Hylobates Lar), seekor Siamang (Symphalangus syndactylus), dan kucing hutan atau kucing kuwuk (Prionailurus Bengalensis)

Kata dia, keempat satwa dilindungi tersebut sebelumnya merupakan satwa yang disita pihak BKSDA Aceh dari masyarakat.

Dua ekor dari warga kota Banda Aceh dan dua ekor dari masyarakat di kabupaten Aceh Utara.

Taing menjelaskan sebelum dilepas ke alam liar satwa-satwa tersebut harus mendapat rehabilitasi terlebih dahulu.

Ketika sudah dalam kondisi sehat dan dianggap liar untuk mampu bertahan hidup maka segera dilepaskan ke alam .

"Owa ada dua ekor, yang satu sudah kita rehabilitasi selama satu tahun dan satu lagi selama dua bulan. Kalau Siamang kita rehabilitasi dua bulan dan kucing hutan kita rehabilitasi selama dua minggu,” ujar Taing.

Lebih lanjut Taing mengajak masyarakat untuk tidak memelihara satwa dilindungi, sesuai dengan larangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayatu dan Ekosistemnya.

“Sanksi pidana bagi pelaku sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat 2 yakni penjara maksimal lima tahun dan denda maksimal Rp100 juta,” ungkapnya.

Kemudian larangan tersebut juga diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang dilindungi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA