641 Titik panas karhutla terdeteksi pada Rabu sore

Titik panas paling banyak terdeteksi di Kalimantan Barat yakni 235 titik dan menyebabkan kualitas udara di provinsi tersebut masuk kategori “tidak sehat”

641 Titik panas karhutla terdeteksi pada Rabu sore

JAKARTA 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi 641 titik panas di seluruh Indonesia berdasarkan pemantauan hingga Rabu pukul 16.00 WIB.

BNPB mengerahkan 36 helikopter dan 9.072 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan.

Titik panas paling banyak terdeteksi di Kalimantan Barat yakni 235 titik dan menyebabkan kualitas udara di provinsi tersebut masuk kategori “tidak sehat”.

Sementara di Riau terdapat 101 titik panas, namun kualitas udara di provinsi ini justru masuk kategori “sangat tidak sehat”.

Titik panas juga terpantau di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jambi, Sumatera Selatan, dan Aceh.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan hujan telah turun di beberapa wilayah di Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah pada siang hingga sore.

“Hujan sangat membantu upaya pemadaman,” kata Agus melalui siaran pers, Rabu.

Sementara itu, karhutla dengan skala besar juga terjadi di Bayung Lencir, Sumatra Selatan. BNPB mendeteksi 49 titik panas berkategori tinggi di wilayah ini.

Agus mengatakan kebakaran disebabkan oleh api yang merambat dari lahan petani yang terbakar.

“Setelah dicek oleh tim survei helikopter, benar terjadi karhutla yang sangat besar,” kata dia.

BNPB telah mengerahkan empat helikopter ke lokasi untuk melakukan water bombing.

Menurut Agus, api telah berkurang setelah dilakukan 36 kali water bombing yang dilanjutkan pemadaman oleh tim di darat.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA