27 ribu personel TNI-Polri amankan pelantikan presiden

Operasi pengamanan akan digelar hingga 21 Oktober atau satu hari setelah pelantikan digelar

 27 ribu personel TNI-Polri amankan pelantikan presiden

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan TNI menyiagakan 27 ribu personel untuk mengamankan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada Minggu, 20 Oktober 2019.

Operasi pengamanan akan digelar hingga 21 Oktober atau satu hari setelah pelantikan digelar.

"Tenaga pengamanan itu terdiri dari TNI, Polri, Pemerintah daerah (Pemprov DKI) dan beberapa instansi terkait," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra di Jakarta, Senin.

Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin akan dilantik di Gedung MPR/DPR, Jakarta.

Meski pusat pengamanan berada di Jakarta, Asep mengatakan personel Polri di seluruh wilayah Indonesia juga akan bersiaga.

Sebelumnya, kerusuhan terjadi di sekitar Gedung DPR pada 24-30 September 2019 lalu, sebagai buntut unjuk rasa menolak sejumlah Rancangan Undang-undang (RUU) problematik seperti Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP), RUU Ketenagakerjaan, serta RUU Minerba.

Selain itu, massa unjuk rasa juga mendesak Presiden Joko Widodo menerbitkan Perppu untuk membatalkan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru disahkan.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menduga kerusuhan tersebut bertujuan untuk menggagalkan pelantikan presiden.

“Mereka ingin menduduki DPR dan MPR, agar DPR tidak dapat melaksanakan tugasnya, dalam arti DPR tidak dapat dilantik dan lebih jauh lagi tujuan akhirnya menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih,” kata Wiranto.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA