11 Perusahaan dan 325 orang jadi tersangka karhutla

11 perusahaan tersebut bertanggung jawab atas terbakarnya 4 ribu hektare lahan di Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan

11 Perusahaan dan 325 orang jadi tersangka karhutla

Polisi telah menetapkan 11 perusahaan dan 325 orang sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Subdirektorat III Direktorat Tindak Pidana Tertentu Polri Komisaris Besar Irsan mengatakan 11 perusahaan tersebut bertanggung jawab atas terbakarnya 4 ribu hektare lahan di Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Badan Reserse Kriminal Polri juga menyelidiki 44 korporasi terkait kebakaran di lahan dengan total luas 3 ribu hektare di enam provinsi tersebut.

“Yang dalam penyelidikan ini kami masih mengumpulkan alat bukti, bila cukup dan terbukti ada tindak pidana akan kami tingkatkan statusnya menjadi tersangka,” kata Irsan di Jakarta, Selasa.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra menuturkan penyidik juga memeriksa direksi dari perusahaan tersangka karhutla.

Perkembangan terakhir, Polda Riau menahan Manajer Operasional PT Sumber Sawit Sejahtera (PT SSS). PT SSS diduga lalai dan menyebabkan 1.019,3 hektare lahan terbakar di Riau.

Selain PT SSS, Manajer Operasional PT Hutan Bumi Lestari juga telah ditetapkan sebagai tersangka atas kelalaian perusahaan ini.

“Polri tidak ragu dan tanpa pandang bulu memproses hukum siapa pun, baik perorangan maupun perusahaan untuk diproses dalam kasus karhutla,” tegas Asep.

Karhutla melanda enam provinsi dalam beberapa bulan terakhir. Sebanyak 328.722 hektare lahan telah terbakar sejak Januari hingga September.

Karhutla menimbulkan bencana kabut asap hingga ke negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand bagian selatan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga telah menyegel 63 perusahaan, termasuk 20 perusahaan Malaysia, Singapura dan Hong Kong akibat karhutla.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA