1000 peserta ikuti pelatihan lawan hoaks

Workshop Hoax Busting and Digital Hygine yang digelar Aliansi Jurnalis Independen dan Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia ini dilakukan serentak di 20 kota di Indonesia pada hari ini

1000 peserta ikuti pelatihan lawan hoaks

Lebih dari 1.000 peserta mengikuti Halfday Workshop Hoax Busting and Digital Hygine yang digelar serentak di 20 kota di Indonesia pada hari ini.

Ketua Umum AJI Abdul Manan mengatakan di era digital ada beragam informasi yang tersebar dengan cepat dan massif, terutama di media sosial.

Berupa informasi bermanfaat dan dibutuhkan publik hingga kabar hoaks disinformasi, atau kabar bohong.

“Yang merisaukan, hoaks ini menyebar sangat mudah cepat di sosial media, tidak sedikit publik yang serta merta mempercayainya,” kata Abdul Manan, dalam keterangannya, pada Sabtu.

Manan menuturkan kurangnya pemahaman dan pengetahuan soal apa itu informasi palsu dan bagaimana cara menangkalnya menyebabkan banyak pihak, termasuk media, turut mempercayai, bahkan menyebarluaskan.

Workshop ini, lanjut Manan, membahas teknik mendeteksi informasi palsu, dan bagaimana berselancar di dunia digital yang sehat serta aman.

“Salah satu tujuan praktis dari kegiatan ini adalah agar masyarakat dapat melakukan verifikasi sendiri terhadap informasi yang beredar di dunia digital, khususnya media sosial,” kata Manan.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Rahmad Ali mengatakan kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa, khususnya pegiat pers mahasiswa dalam memfilter informasi.

“Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilan pers mahasiswa dalam memanfaatkan tools pengecekan fakta sehingga bisa terlibat dalam kampanye memerangi hoaks,” ujar dia.

Workshop ini merupakan hasil kerja sama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dengan jaringan PPMI dan beberapa kampus, didukung oleh Internews dan Google News Initiative.

Kegiatan ini digelar serentak di Surabaya, Jember, Jombang, Pamekasan, Malang, Pekalongan, Medan, Mataram, Makassar, Palu dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Tahun lalu, AJI telah melatih lebih dari 2.000 jurnalis pers mahasiswa dan akademisi dalam program yang sama.

Tahun ini, AJI menargetkan kegiatan serupa diikuti oleh 3.000 peserta.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA