Gara-gara Saluran Air Kontrakan Distop, Nyawa Pasutri Lenyap

Jufri Sahempa, warga Jalan Desa RT 07 02 Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung nekad membunuh dua nyawa pasangan suami istri (pasutri) sekaligus, yaitu Ade Sumarna dan Lina Marlina gara gara penyetopan saluran air kontrakan. Kepa

Gara-gara Saluran Air Kontrakan Distop, Nyawa Pasutri Lenyap

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Jufri Sahempa, warga Jalan Desa RT 07/02 Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung nekad membunuh dua nyawa pasangan suami istri (pasutri) sekaligus, yaitu Ade Sumarna dan Lina Marlina gara - gara penyetopan saluran air kontrakan. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Bandung, AKBP M Joni menuturkan, insiden tersebut terjadi pada Minggu, 27 November 2016 pagi. Pembunuhan dilakukan dengan cara menusuk keduanya karena jatah saluran air yang seharusnya mengalir ke kamar kontrakannya, kerap distop. Bahkan, kebiasaan tersebut terus dilakukan selama bertahun - tahun oleh korban yang merupakan sesama penghuni kontrakan di Jalan Desa Kiaracondong. "Air yang semestinya mengalir ke kos-kosannya, sering dimatikan oleh korban dan seringkali kantung sampah korban digantungkan di pagar pelaku," ujar Joni di Mapolrestabes jalan Jawa Kota Bandung, Senin (28/11/2016). Menurut Joni, dengan kebiasaan itu, emosi pelaku terus memuncak dan berakhir dengan penusukan, ketika di pagi hari tengah mempersiapkan barang dagangannya dan dihampiri salah satu korban Ade Sumarna. Adu mulut terjadi dan pelaku tanpa kompromi mengeluarkan pisau belati dengan penuh rasa dendam. "Dengan kegiatan keseharian itu, pelaku dendam. Minggu kemarin, saat tersangka menyiapkan dagangannya, didatangi korban. Karena sudah sakit hati, pelaku mengeluarkan senjata tajam," katanya. Saat itu juga, pelaku menyerang korban dengan membabi buta. Si pelaku langsung mengejar korban. Di kontrakan, si korban dieksekusi, dengan tusukan di dada dan di perut yang mengakibatkan meninggal dunia. Tak berhenti disitu, pelaku mencari istri korban yang dianggap merupakan otak kebiasaan celaan terhadap pelaku. "Si palku juga melakukan pengejaran kepada istri korban, karena yang selama ini cerewet dan menjadi aktor adalah istri si korban. Orang yang dicarinya dia temukan di depan gang, dan tanpa basa-basi si palku juga langsung menikam," ujarnya. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 338 jo pasal 351 ayat 3 Kitab Undang - Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman di atas lima tahun penjara. (Adi/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA