Berhasil Terapkan Spirituality Based Company, Sudhamek AWS Terima Gelar Doktor Honoris Causa

Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Prof. Dr (HC) Pdt. John A. Titaley,Th.D mengukuhkan gelar doktor kehormatan (doktor honoris causa) kepada Chairman GarudaFood Group Sudhamek AWS yang juga anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (

Berhasil Terapkan Spirituality Based Company,  Sudhamek AWS Terima Gelar Doktor Honoris Causa

FOKUSJabar.com: Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Prof. Dr (HC) Pdt. John A. Titaley,Th.D mengukuhkan gelar doktor kehormatan (doktor honoris causa) kepada Chairman GarudaFood Group Sudhamek AWS yang juga anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) periode 2014 - 2019, dalam sidang terbuka senat UKSW, Salatiga, Jawa Tengah (23/1/2016) lalu. Pemberian gelar tesebut digelar di Gedung Perpustakaan Notohamidjojo. Pemberian gelar pun disaksikan sejumlah menteri, seperti Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI Mohamad Nasir, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal RI Franky Sibarani, Menteri Perindustrian RI Saleh Husin, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI M. Hanif Dhakiri, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Marwan Jafar. Sejumlah perwakil, seperti perwakilan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serta sejumlah rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di lingkungan Jawa Tengah pun hadir. Pengukuhan ditandai dengan ditandatanganinya ijazah dan penyerahan langsung kepada Sudhamek AWS oleh Rektor UKSW didampingi Promotor yang sekaligus Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Prof. Christantius Dwiatmadja, SE.,ME.,Ph.D. Rektor UKSW John A. Titaley mengatakan bahwa Sudhamek AWS berhasil menerapkan Spirituality-Based Company (SBC)atau “Perusahaan Berbasis Spiritual” sebagai budaya perusahaan di GarudaFood Group. "Keberhasilan ini memberikan kontribusi sangat berarti bagi bidang ilmu pengetahuan, khusus ya studi manajemen serta dunia usaha di Indonesia," kata Jhon melalui rilisnya kepada Fokusjabar.com, Selasa (26/1/2016). Terlebih hal itu bisa menjadi role model dalam memadukan kekuatan kompetisi manusia dengan keteguhan iman, perpaduan antara labora dan ora antara karya di dunia yang dilakukan dalam kepasrahan dan iman kepada Yang Maha Kuasa. Lebih lanjut dia mengungkapkan, GarudaFood Group telah bereksperimen selama 12 tahun terakhir untuk menjadi sebuah Perusahaan Berbasis Spiritualitas (SBC: Spirituality-Based Company). SBC adalah sebuah perusahaan yang mengintegrasikan kerja dengan latihan spiritual, sehingga disebut “Kerja adalah ibadah”. Sebuah perusahaan yang memaknai eksistensinya bukan hanya sekedar mencari keuntungan melainkan juga menekankan pada pentingnya penerapan nilai-nilai spiritualitas sebagai landasan dari semua aktivitas bisnisnya. "Ini bukan utopia, namun memang memerlukan upaya sistematik, terstruktur, terukur dan sungguh-sungguh dari semua pihak, terlebih Top Manajemen perusahaan. Proses menjadi SBC dilakukan secara mandatory dengan mengintegrasikan semua inisiatifnya dengan Human Resource Management System, utamanya Performace Management System, sehingga keterlibatan dan dukungan dari karyawan bisa lebih dipastikan," kata Sudhamek. Kini, dengan lebih dari 16 ribu karyawan dan manajemen perusahaan yang telah bertransformasi menjadi perusahaan modern, produk-produk GarudaFood Group kini merambah pasar mancanegara. Mulai dari Asia Tenggara (Philippines,Thailand & Vietnam),  Australia, Amerika Serikat, Eropa dan Timur Tengah. Untuk diketahui, GarudaFood Group memiliki pabrik yang tersebar di 15 (lima belas) lokasi antara lain, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Jawa Timur, Banten, Sulawesi, Banjarmasin dan Pekanbaru serta satu lokasi di India yang merupakan joint venture dengan Polyflex Ltd India. Divisi distribusi di bawah bendera  PT SNS (Sinar Niaga Sejahtera)  kini memiliki total 160 depo sebagai titik distribusi  di seluruh Indonesia. SNS kini telah masuk sebagai lima besar perusahaan consumer goods distributor terbesar di Indonesia. (LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA