PSGC Libur, Pelatih Saring Bibit Muda

Meskipun tidak lolos ke fase delapan besar Turnamen Piala Presiden 2015, PSGC Ciamis dinilai sukses mengejutkan masyarakat Indonesia melalui permainan apiknya. PSGC berhasil menahan imbang tim sekelas Arema Cronus dan Persela Lamongan. Prestasi tersebu

PSGC Libur, Pelatih Saring Bibit Muda

CIAMIS,FOKUSJabar.com: Meskipun tidak lolos ke fase delapan besar Turnamen Piala Presiden 2015,  PSGC Ciamis dinilai sukses mengejutkan masyarakat Indonesia melalui permainan apiknya. PSGC berhasil menahan imbang tim sekelas Arema Cronus dan Persela Lamongan. Prestasi tersebut tak lepas dari peran penting sang Caratekan/Pelatih Kiper Singacala Ukut Kusparman. [caption id="attachment_165930" align="aligncenter" width="735"] Pelatih Kiper PSGC Ukut Kusparman (Foto : Riza)[/caption] Dengan penyelamatan-penyelamatan krusial Kiper PSGC Ciamis M Irfan saat melawan Sriwijaya FC, Persela Lamongan dan Arema Cronus adalah buah dari pelatihan keras yang diterapkan oleh sang Pelatih. Selepas PSGC angkat koper dari Turnamen Piala Presiden, Management Singacala meliburkan para pemainya karena belum jelasnya gelaran kompetisi. Dengan liburnya pelatihan, Pelatih Kiper PSGC Ciamis Ukut Kusparman kembali melakukan pelatihan untuk menjaring talenta-talenta muda dalam pelatihan bertajug Ukut Gol Kiper Camp (UGKC). [caption id="attachment_165929" align="aligncenter" width="735"] Pelatih Kiper PSGC Ukut Kusparman (Foto : Riza)[/caption] UKGC sendiri sudah melahirkan beberapa penjaga gawang berkualitas seperti Mohamad Dicky Indriana yang saat ini memperkuat Tim Nasional Indonesia U-21 dan Reza Agus Febrian di Tim Nasional U-16, keduanya menjadi andalan Timnas sebagai pemain Inti. Saat ditemui Ukut Kusparman menuturkan, di Ciamis ini banyak talenta muda yang bisa di didik menjadi pemain sepak bola profesional melalui metode pelatihan yang terprogram dengab baik. " Di UGKC ini kita tidak main-main dalam menerapkan metode pelatihan, semua yang ikut harus disiplin dan memiliki motifasi yang kuat," tegas pelatih yang pernah memperkuat tim Persitas, UNI Bandung, MNA (merpati air line jkt) PSCS, Bandung Raya, Petro Kimia Gresik dan pensiun dengan berseragam PSGC Ciamis pada tahun 1995, di Stadion Galuh Ciamis, Senin (21/9/2015) Menurutnya, kisruh persepakbolaan antara Kemenpora dan PSSI ini memang memberikan efek yang sangat signifikan terhadap semua elemen, namun sebagai Pelatih, kita kata dia, harus mampu mengambil sisi positif dan terus melakukan yang terbaik untuk persepakbolaan Indonesia. " Kita harus mengambil hikmah dan terus melakukan yang terbaik untuk generasi penerus persepakbolaan bangsa, salah satunya dengan terua membimbing talenta-talenta muda yang ada, kita harus melihat mereka yang memiliki motifasi tinggi," tegasnya. (Riza M Irfansyah/Galih)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA